Korpri Jaga Netralitas Politik.
Tgl: 29/11/2012 12:47 Reporter: Suryatini

KBRN, Surabaya: Meski gaungnya tidak  setajam di era orde baru namun keberadaan Korpri tetap saja eksis  dalam menunjang suksesnya pembangunan.

Di Jawa Timur anggota Korpri serbagai  abdi masyarakat  mampu meningkatkan pelayanan publik sehingga mengantar Jawa Timur sebagai Provinsi Pelayanan Publik Prima.

Gubernur Jawa Timur Soekarwo, Kamis (29/11/2012), dengan  tegas mengatakan anggota Korpri harus menjaga netralitas politik, karena jati diri Korpri merupakan mesin politik pembangunan dan tidak kesana-kemari dan tetap teguh pada pendirian serta sikap diri.

Dikatakan, pada dasarnya Korpri berpikiran normatif, prosedural dan konsisten terhadap perundangan yang ada.

Ketika bertindak selaku Inspektur Upacara pada HUT ke 41 Korpri tahun 2012, Gubernur Soekarwo juga menekankan sambutan tertulis Presiden SBY agar Korpri mampu meningkatkan kinerja dalam menjalankan kebijakan negara dan memastikan masyarakat benar-benar merasakan manfaat  dalam kebijakan yang digulirkan.  Sebab harapan masyarakat terhadap kebijakan pembangunan sangat tinggi, jangan kecewakan mereka.

Sementara terhadap peningkatan kinerja aparatur negara, Gubernur Soekarwo menyampaikan rasa terimakasihnya atas pengabdian anggota korpri sebagai aparatur negara yang telah mengangtar Jawa Timur sebagai provinsi terdepan di bidang pelayanan publik.
Pada kesempatan itu disampaikan penghargaan beberapa lomba yang mewarnai peringatan HUT Korpri tingkat propinsi Jawa Timur.

Diantaranya penghargaan Profesional Award yang diraih oleh RSUD dr.Sudono Madiun, RSU Haji Surabaya, Badan Pemberdayaan perempuan dan KB Provinsi jawa Timur .

Akhir dari puncak peringatan HUT Korpri  yang dipusatkan di halaman Gedung Negara Grahadi Surabaya ditampilkan Senam Korpri dengan kreasi terbaru. 

Selain itu momen peringatan Hari Ulang Tahun Korpri tahun ini juga diisi oleh beberapa kegiatan  lain diantaranya; lomba  ISO, paduan Suara, lomba vocal solo  dan catur. (Suryatini/AKS)


Komentar Anda:

copyright© 2012 Radio Republik Indonesia - Kantor Berita Radio Nasional