Dirjen Kemenkes Resmikan Desa Nguter Sukoharjo Sebagai Kampung Jamu
Tgl: 23/11/2012 08:13 Reporter: Edwi Puryono

KBRN, Solo: Pemerintah pusat memberikan apresiasi terhadap kampung jamu Desa Nguter Sukoharjo. Sebab pendirian kampung jamu dapat mengangkat harkat dan martabat para perajin jamu tradisional.
"Jamu merupakan salah satu warisan budaya yang tidak ternilai harganya sehingga keberadaan jamu juga tidak dapat dipisahkan dari budaya lokal masyarakat untuk membuat atau meraciknya," demikian disampaikan Direktur Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kemenkes Maura Linda Sitanggang kepada wartawan usai melounching kampung Jamu Nguter yang dipusatkan di pabrik jamu Wisnu di desa Nguter Sukoharjo, Kamis (22/11/2012).
Menurutnya, penggunaan jamu di Indonesia cukup tinggi dan itu terbukti dari hasil riset kesehatan dasar pada tahun 2010, penduduk di negara ini yang mengkonsumsi jamu sekitar 50 persen. Besarnya potensi yang dimiliki tersebut karena tingginya kepercayaan serta kebutuhan obat herbal setelah dianggap bebas dari kandungan bahan kimia. 
"Saya juga berharap masyarakat di Desa Nguter terus melakukan budidaya tanaman untuk meracik jamu sebagai sentranya di Sukoharjo dan salah satu yang digarap yakni memberikan pendampingan bagi peracik serta perajin jamu gendong. Bentuk pendampingan yang nanti akan dilakukan menurut Maura Linda Sitanggang adalah memberikan pelatihan dengan melibatkan dinas terkait termasuk dinas kesehatan," kata Maura Linda Sitanggang.
Sementara itu Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya mengatakan secara keseluruhan di Kabupaten Sukoharjo terdapat 112 pengusaha jamu baik dari skala kecil dan besar.
"Ya di Kabupaten Sukoharjo terdapat sekitar 112 pengusaha dan 60 % diantaranya masuk sebagai anggota Koperasi Jamu Indonesia (Kojai) dan 25 produk diantaranya terdaftar di Departemen Kesehatan. Di Kecamatan Nguter sendiri sebanyak 16 desa dengan masing masing desa terdapat 50 orang hingga 100 orang penjual jamu gendong. Artinya jika ditotal di Nguter sendiri terdapat seribu orang penjual jamu gendong yang tersebar di beberapa wilayah saat berjualan," ungkap Bupati Wardoyo Wijaya.
Selain melakukan Launcing desa Nguter sebagai kampung jamu, juga dilaksanakan peluncuran program pendamping pelaku usaha jamu racikan (UJR) dan usaha jamu gendong (UJG). 
Masih terkait dengan rangkaian acara launching kampung jamu juga digelar seminar Jamu nasional dan puncak kegiatan pada Hari Jumat (23/11/2012) di Alun-alun Satya Negara Sukoharjo pemecahan rekor MURI dalam minum jamu massal bersama 14 ribuan anggota Pramuka. (Edwi/AKS)


Audio


Komentar Anda:

copyright© 2012 Radio Republik Indonesia - Kantor Berita Radio Nasional