Koperasi di Surakarta Masih Sulit Akses Permdoalan
Tgl: 13/11/2012 17:17 Reporter: Ciptati Handayani

KBRN, Surakarta : Koperasi di Kota Surakarta selama ini masih kesulitan dalam mengakses sumber-sumber pembiayaan sebagai modal pengembangan kegiatan usaha koperasi.

Menurut Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Surakarta Nur Haryani, permasalahan umum yang masih dihadapi koperasi dalam mendapatkan permodalan di luar anggota koperasi ini, diantaranya karena masih rendahnya kredibilitas koperasi, baik dari analisis perbankan maupun dari persyaratan administrasi dan prosedur mengajukan pembiayaan.

Selain itu, juga adanya persyaratan ketersediaan jaminan berupa agunan, serta informasi yang kurang merata tentang program-program yang bisa dimanfaatkan koperasi, untuk mendapat layanan perbankan.

“Masalah sulit mengakses permdoalan ini memang menjadi masalah klasik koperasi, sehingga kami terus berupaya mempertemukan koperasi dengan pembankan dan badan usaha, sehingga perlu menjalin kerjasama dan kemitraan. Dengan ketersediaan modal itu maka koperasi akan mampu meningkatkan produktivitas usaha yang pada akhirnya mampu meningkatkan kesejahteraan anggotanya”, ungkap Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Surakarta Nur Haryani, didepan seratusan anggota Koperasi yang mengikuti Temu Usaha dengan Perbankan dan Badan Usaha di  Kota Solo, Selasa (13/11/2012).

Pada kesempatan itu, Staf ahli Wali Kota Surakarta bidang Ekonomi Asih Widodo mengatakan, sebenarnya banyak koperasi yang layak diberi pinjaman, namun secara administrasi dianggap tidak layak atau belum bankable.

“Selain soal agunan, kesulitan koperasi dalam mengakses permodalan karena prosedur pengajuan kredit yang rumit dan terbentur masalah administrasi, seperti laporan keuangan yang tidak valid”, ujar Asih Widodo.

Disisi lain, Ketua Litbang Koperasi Simpan Pinjam (Kospin) Jasa Pusat Pekalongan, Sari Hendarsih menambahkan, koperasi bisa berdiri sendiri dan tidak perlu bergantung modal pinjaman dari lembaga keuangan, jika dikelola professional, dan didukung penuh seluruh anggota.

Hal ini sudah dibuktikan Kospin Jasa Pekalongan, dalam usianya ke 39 tahun, tetap mengandalkan dana dari anggota, dengan jumlah aset saat ini sebesar Rp2,9 triliun dan omzet Rp3,7 triliun.

“Kospin Jasa sudah menerapkan IT dengan penggunaan ATM untuk transaksi tunai. Kami juga menjangkau semua kalangan, dengan anggota multi etnis pribumi, Tionghoa, dan Arab, total sebanyak 8.500 orang”, imbuh Sari. (Ciptati/WDA)


Komentar Anda:

copyright© 2012 Radio Republik Indonesia - Kantor Berita Radio Nasional