Polisi Waspadai Jalur Pantura
Tgl: 09/08/2012 12:51 Reporter: Anik Hasanah

KBRN, Surabaya : Kepolisian daerah Jawa Timur (Polda Jatim) telah mempersiapkan diri, guna mengantisipasi jalur jalur rawan di beberapa titik, selama arus mudik lebaran 1433 H. Jalur tersebut tidak berbeda dengan tahun tahun sebelumnya, yakni jalur Pantura, jalur Selatan, dan jalur tengah.

Jalur rawan tersebut meliputi rawan kemacetan, dan rawan tindakan kriminalitas, baik pencurian dengen kekerasan (curas), pencurian dengan pemberatan (curat), serta pencurian kendaraan bermotor (curanmor).

Langkah preentif dan antisipasif akan dilakukan aparat kepolisian, yang akan diturunkan dalam operasi Ketupat Semeru 2012 tersebut. Direktur Lalu Lintas Polda Jatim, Kombes Pol Komarul Zaman mengatakan, tindakan pre entif yang akan dilakukan kepolisian diantaranya, melakukan himbauan, dan patroli.

"Kami siapkan kegiatan pre entif, dengan melakukan himbauan, kita dirikan pos pos pengamanan, kita juga lakukan pengaturan lalu lintas, lalu patroli. Dan kita akan lakukan tindakan, jika sudah berpotensi menimbulkan kecelakaan," ungkap Kombes Pol Komarul, Kamis (9/8).

Diakuinya, jika jalur tengkorak istilah untuk jalur yang rawan kemacetan, maupun kecelakaan adalah jalur atau akses yang dipakai oleh para pemudik. Yakni masih jalur sepanjang Pantura, dan jalur lintas Selatan.

"Jalur pantura meliputi Tuban, Lamongan, Kemudian Gresik, Pasuruan, dan Probolinggo. Tengah meliputi Ngawi, Saradan ke Madiun. Jombang, Sidoarjo, dan Mojokerto relatif aman. Kalau Selatan meliputi Malang, Blitar, sampai dengan Trenggalek," tambahnya.

Dalam operasi ketupat semeru 2012, dilaksanakan selama 16 hari, sejak H - 9 sampai H + 7 lebaran 1433 H. Selain melakukan penjagaan di jalan, segala kegiatan yang mengikutinya juga menjadi konsentrasi pengamanan. Diantaranya, pusat pusat perbelanjaan, sarana rekreasi atau tempat wisata, serta terminal, pelabuhan, dan bandara. (Anik/WDA)


Komentar Anda:

copyright© 2012 Radio Republik Indonesia - Kantor Berita Radio Nasional