Petani Kentang Dieng Semakin Terpuruk
Tgl: 20/10/2011 18:34 Reporter: Supriyanto

KBRN, Banjarnegara : Ketua Asosiasi petani kentang Dataran Tinggi Dieng Banjarnegara Muhammad Mudassir mengatakan, akibat anjloknya harga kentang di pasaran dewasa ini, penurunan pendapatan petani kentang sangat dirasakan, seperti biaya hidup serta biaya pendidikan anak-anak petani dipastikan terkena dampaknya.

Muhammad Mudassir, yang juga Kepala Desa Kasiran Dieng Banjarnegara, kepada RRI, Kamis (20/10), mengatakan, kentang yang sudah terlanjur dipanen kini dibiarkan menumpuk di gudang milik petani di Dataran Tinggi Dieng.

“Ya, hampir semua petani kan punya gudang sendiri-sendiri. Pokoknya barang kalau sudah masuk gudang itu kalau tidak segera diangkut keluar dari gudang ke pasar, jelas yang kena persentase di gudang 10 persen sampai 15 persen,” ungkap Mudassir.

Winardi (55), salah seorang petani di Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Banjarnegara, Jawa Tengah (Jateng), mengakui, dalam sebulan ini harga kentang sudah mulai turun, namun sejak dua pekan terakhir harga merosot tajam.

"Kalau sebelumnya harga kentang kualitas bagus mencapai Rp 7.000 ribu per kg, kini hanya Rp 5.400 per kg. Merosotnya harga ini juga dipicu akibat masuknya kentang impor dari China dan Vietnam. Itu kata para pedagang. Apalagi petani kentang Gunung Bromo juga tengah memasuki masa panen," jelas Winardi. Menurutnya, harga yang anjlok tentu mempengaruhi pendapatan para petani. (Supriyanto/ADR/HF)


Audio


Komentar Anda:


copyright© 2012 Radio Republik Indonesia - Kantor Berita Radio Nasional