HKm Santong Butuh Teknologi Pengolahan Hasil Hutan
Tgl: 06/06/2012 19:33 Reporter: Dedi Sudiana

KBRN, Mataram : Masyarakat peserta Hutan Kemasyarakatan (HKm) Santong, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB) mengharapkan adanya sentuhan teknologi dalam pengolahan hasil hutan non kayu agar lebih dapat meningkatkan pendapatanmasyarakat.

“Yang kita inginkan itu supaya ada sentuhan teknologinya, kayak pisang, pisang ini kalau dengan sentuhan teknologi bisa menghasilkan nilai tambah, yang tadinya kita jual mentahnya Rp 5 ribu per sisir, kan bisa menjadi Rp 10 ribu lebih. Contoh kalau kita bikin kripik pisang, Sali, atau sekarang kan ada makanan bayi dari pisang,” tutur Ketua Koperasi Tani Maju Bersama, H.Artim, Rabu (6/6) sore.     

Dikatakannya, harapan adanya sentuhan teknologi itu sudah disampaikan ke beberapa pihak terkait, namun sampai saat ini belum ada tindak lanjutnya.

“Harapan ini sudah kita sampaikan ke beberapa pihak, ke Dinas Koperasi juga sudah, ke KPH juga pernah, tapi sampai sekarang belum ada tindak lanjut,” keluh.

HKm Santong seluas 221 hektare ini dikelola oleh 283 KK (Kepala Keluarga) yang tergabung dalam anggota koperasi tani Maju Bersama, dengan masing-masing KK mengelola rata-rata 0,75 hektare.

Tahun 2011, HKm Santong memperoleh sertifikasi Pengelolaan Hutan Lestari (PHL) dari lembaga Ekolabeling Indonesia dan tercatat sebagai satu-satunya HKm yang mendapat sertifikasi PHL.(Dedi/BCS) 


Audio


Komentar Anda:

copyright© 2012 Radio Republik Indonesia - Kantor Berita Radio Nasional