BERITA AKTUAL Indeks

EDITORIAL

222 Hari Jokowi-Ahok Memimpin Jakarta

KBRN, Jakarta : Hari ini, tepat 222 hari Jokowidodo  dan Basuki alias Ahok menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur di Ibukota Jakarta. Ternyata memimpin ibukota sangat berbeda dengan memimpin kota Solo.


Hal yang cukup fenomenal saat Jokowi memerintah Kota Solo adalah saat ia mampu memindahkan pedagang kaki lima di Kota Solo tanpa suasana hiruk pikuk yang penuh nuansa kasar. Namanya semakin fenomenal ketika ia menjadi icon mobil SMK.


Akhirnya Jokowi pun sukses didukung warga Jakarta untuk melenggang menjadi orang nomor satu . Warga Jakarta menumpahkan sejuta impian dan harapan kepada Jokowi.


Jokowi bersama Ahok sendiri kerap member janji dan tekad yang dapat menjadikan dirinya semakin populis saat kampanye Pilkada. Harapan warga semakin besar pada saat – saat awal Jokowi memerintah. Hampir setiap hari selalu ada berita tentang Jokowi.


Hari terus berganti hari. Seratus hari pemerintahan Jokowi sudah berlalu. Pada hari ini sudah 222 hari Jokowi dan Basuki menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur di Ibukota Jakarta. Namun sejumlah pihak dan sebagian warga mulai menyoal kepemimpinan Jokowidodo dan Basuki.


Awalnya dulu, Kartu Jakarta Sehat menjadi sangat fenomenal dalam pelayanan kesehatan di DKI Jakarta. Dengan bekal KTP dan surat rujukan, warga Jakarta dapat pelayanan di rumah sakit. Bahkan orang kaya pun ada yang memanfaatkan KJS saat perlu operasi walau fasilitas minim, dan pindak ke kelas VIP saat masuk tahap perawatan inap.


Memang kesannya tidak tahu malu. Tapi mungkin mereka pikir, sayang juga dari pada uangnya untuk operasi, lebih baik untuk perawatan di kelas VIP. Belakangan sejumlah rumah sakit mengundurkan diri dari program KJS.


Untuk soal tanah dan pemukiman liar, Jokowi dan AHok juga kini dihadapkan pada masalah kompleks. Mereka ditantang untuk membebaskan puluhan hektar lahan di kawasan Pluit, Jakarta Utara yang dikenal dengan sebutan Waduk Pluit. Ada ribuan rumah liar di lokasi tersebut.


Namun bukan saja liar, tetapi ternyata ada bisnis besar dan illegal menggunakan tanah Negara di sekitar waduk Pluit. Ini tantangan besar Jokowi, karena kasusnya sudah masuk ke Monas HAM. Penghuni liar itu bukannya pergi, tapi justru minta ganti rugi 3 juta per meter, padahal yang mereka huni tanah pemerintah.


Soal tanah, pada akhir pekan lalu juga sempat muncul aksi bakar ban dan mengempesi mobil di Duren Sawit, Jakarta Timur, saat aparat akan menertibkan penghuni liar di Jalan I Gusti Ngurah Rai.


Masih soal okupasi wilayah public, kini pedagang kakilima sudah seperti sel kanker. Hampir seluruh wilayah  pedestrian di ibukota Jakarta dikuasi pedagang kai lima. Yang selamat dari okupasi pedagang kaki lima hanya jalan protokol di sepanjang jalan Jenderal Sudirman dan Daerah Elit Menteng. Selebihnya semerawut.


Belum lagi parkir sepeda motor liar di sepanjang jalan sekitar mall dan perkantoran. Pendek kata, Jokowi kini harus berhadapan antara sikap populis yang sering digembar-gemborkan, dengan pilihan bertindak tegas yang harus dilakukannya untuk menyelamatkan Jakarta.


Ketika Jokowi tegas, banyak orang terpinggirkan, termasuk sejumlah pejabat pemda yang mundur atau dipecat Jokowi. Tetapi itu sebuah pilihan. Jakarta harus diselamatkan. Bila tidak, Jakarta akan menjadi ibukotanya pedagang kaki lima dan segala bentuk kesemerawutan lainnya. Sekian Komentar. (WD/DS)


copyright© 2012 Radio Republik Indonesia - Kantor Berita Radio Nasional