• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ekonomi

Penjual dan Pembeli Keluhkan Harga Cabe Melonjak Naik di Pasar Tradisional Kota Gunungsitoli

7 January
14:30 2020
0 Votes (0)

KBRN, Gunungsitoli: Harga cabe merah di beberapa pasar tradisional Gunungsitoli saat ini tembus 80 ribu rupiah per kilogram, Selasa (07/01/2020).

Seorang pedagang eceran, ina zi ari, pemilik warung yang berdomisili di desa Moawo kecamatan Gunungsitoli mengatakan, dengan nominal uang yang biasa dibelanjakan selama ini, biasanya mendapatkan banyak bahan pokok. Namun belakangan, uang belanjanya itu hanya bisa untuk membeli cabai dan sedikit kebutuhan lainnya. 

“Kenaikannya bertahap, dari 30-35 ribu, lalu 40 ribu, sejak kemarin sudah 80 ribu per kilogram,” kata ina zi ari di lapaknya, Selasa (07/01/2020).

Karena harga cabai terus naik, saat ini ia terpaksa  menjual dengan harga Cabe merah 1 ons 10000 ribu rupiah.

Ia menjelaskan, selain harga cabai yang naik, harga bawang dan tomat juga naik.

“Bawang merah 60 ribu rupiah per kilogram, tomat harganya 10-15 ribu rupiah per kilogram, Daun seledri juga sudah mencapai 50 ribu rupiah per kilogram, sementara cabe rawit 85 ribu rupiah per kilogram,” ujar pedagang yang biasa membeli di Pasar Beringin Gunungsitoli ini.

Ia pun tidak bisa menuturkan secara pasti sebab kenaikan harga ini.

“Katanya, kenaikan harga disebabkan pengiriman yang terlambat, kapal yang masuk kan akhir-akhir ini mungkin lebih mengutamakan bawa penumpang daripada barang”, tambahnya.

Tak jauh berbeda dengan penjual, ina retno, salah satu Ibu Rumah Tangga yang sedang berbelanja di warung itu juga mengeluhkan kenaikan harga cabai.

“Terpaksa saya harus pintar-pinta membelanjakan uang, kalau selama ini bawa uang cukup untuk beli cabe, bawang, telur dan bumbu-bumbu dapur lainnya untuk masak, sekarang yang beli yang penting-penting aja dulu,”ujarnya.

Sementar itu, berdasarkan data yang dihimpun tim dari Dinas Perdagangan dan Perindustrian kota Gunungsitoli, juga menunjukkan beberapa komoditas kebutuhan pokok trendnya mengalami peningkatan.

Data terakhir yang direlease Disperdagin kota per minggu ke empat Desember 2019, kenaikan paling signifikan terjadi pada bawang merah lokal yang naik 10 persen dari harga 40 ribu menjadi 44 ribu rupiah perkilogram, bawang putih juga demikian, mengalami kenaikan harga dari 37 ribu menjadi 40 ribu rupiah perkilogram.

“Kenaikan harga disinyalir akibat gangguan pengiriman pasokan dari luar daerah ke Gunungsitoli, akibat pasokan yang tidak normal tersebut, berpengaruh terhadap harga di pasar yang ada di kota Gunungsitoli, kita berharap supaya tidak ada lonjakan yang signifikan, para distributor jangan melakukan penimbunan barang sembako, lah,” ungkap Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian kota Gunungsitoli melalui staf Disperdagin Bobi satria Telaumbanua.

  • Tentang Penulis

    Ida Rahmi Telaumbanua

    Reporter RRI Gunungsitoli<br />

  • Tentang Editor

    Ida Rahmi Telaumbanua

    Reporter RRI Gunungsitoli<br />

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00