• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ekonomi

Kehadiran Cold Storage di Kota Gunungsitoli Diharapkan Jaga Kestabilan Harga Ikan

3 January
09:33 2020
0 Votes (0)

KBRN, Gunungsitoli: Diperkirakan sejak pertengahan Desember 2019 hingga pekan pertama Januari 2020, harga ikan tongkol yang menjadi sumber pendapatan terbesar para nelayan di kota Gunungsitoli diketahui merosot tajam, bahkan banyak nelayan yang terpaksa mengalihkan bentuk pengolahan ikan tangkapannya, lantaran harganya hancur jika dijual dalam bentuk ikan segar.

Dalam hal ini, Pengaruh anjloknya harga ikan dikarenakan pasokan ikan yang menumpuk, seperti di kelurahan Saombo.

Disana ada sekitar 10 orang penggalas lokal, dengan jumlah masyarakat nelayan yang cukup banyak, karena rata-rata tinggal di pesisir pantai, akibatnya pasokan ikan yang menumpuk terus menerus, mengakibatkan tidak banyak tengkulak yang bertransaksi, sehingga banyak pemilik ikan yang membawa kembali pulang ke rumah.

Salah seorang Ketua Kelompok nelayan dari Kelurahan Saombo bernama Syahyasir, saat dikonfirmasi RRI mengakui sedang menghadapi situasi yang cukup sulit saat ini, dibalik kebahagiaan mendapat rezeki melaut yang melimpah hingga diawal tahun, justru semakin membuatnya bingung, saking banyaknya hasil tangkapan para nelayan, menjadi tidak habis terjual dan turun harga, sisanya pun menjadi mudah busuk karena tidak ada tempat penyimpanan.

“Lumayan banyak jumlah ikan yang saya jual, namun ikan-ikan yang saya jual pernah dihargai hanya 1000 rupiah per ekor saat hasil tangkapan ikan membludak waktu itu, sekarang sudah mulai naik sedikit harganya antara 2500 sampai 3000 rupiah per ekor,” tandasnya lirih.

Sementara itu, saat dikonfirmasi terkait jawaban pemerintah untuk membantu menjawab keluhan masyarakat nelayan, Pemerintah Kota Gunungsitoli melalui Dinas Perikanan dan Kelautan sedang menjalin kerjasama dengan beberapa pihak diantaranya para pengusaha dan juga PELINDO Gunungsitoli untuk mensegerakan realisasi kehadiran cool storage di wilayah kota Gunungsitoli.

Kepala Dinas Perikanan dan kelautan Kota Gunungsitoli Aliran Telaumbanua menjelaskan, Cold Storage adalah salah satu alat penunjang yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan hasil tangkapan nelayan, bertujuan untuk menjaga kualitas hasil tangkapan nelayan sebelum akhirnya didistribusikan ke konsumen, sehingga peranan Cold Storage juga dapat menjaga harga jual tangkapan nelayan tidak mengalami penurunan disaat hasil tangkapan sedang melimpah.

“Kami sedang mengusulkan pengadaan cool storage, kalau tangkapan melimpah, tentu harga akan turun, maka nelayan bisa melakukan penyimpanan dulu sembari menunggu harga normal sehingga harga menjadi stabil, mudah-mudahan upaya pengadaan ini bisa terwujud terwujud dan ini akan sangat menguntungkan nelayan,” ujarnya.

Tentunya Keberadaan cool storage diharapkan mampu menjadi solusi dalam menjaga kestabilan harga ikan di pasaran, karena dengan adanya cold storage tentu para nelayan bisa menyimpan ikan atau tidak perlu terburu-buru menjual hasil tangkapan mereka.

  • Tentang Penulis

    Ida Rahmi Telaumbanua

    Reporter RRI Gunungsitoli<br />

  • Tentang Editor

    Ida Rahmi Telaumbanua

    Reporter RRI Gunungsitoli<br />

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00