• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

KEPULAUAN NIAS

Percepat Penurunan Masalah Stunting, Pemkab Nias Gelar Rakoor Dengan OPD

9 December
20:45 2019
0 Votes (0)

KBRN,Gunungsitoli: Dalam mengatasi permasalahan Stunting di wilayah kabupaten Nias, pemerintah kabupaten Nias melalui Dinas kesehatan kabupaten Nias menggelar Rapat Koordinasi terhadap seluruh stakeholder yang terkait untuk mempercepat penurunan Stunting dikabupaten Nias tahun 2019 yang digelar di ruang Training Centre RSUD Gunungsitoli.

Rakoor penurunan stungting tersebut di buka langsung oleh Wakil Bupati Nias, dan dihadiri kepala OPD terkait, ketua Tim Penggerak PKK kabupaten Nias, para Camat, kepala UPTD Puskesmas Se-kabupaten Nias, serta para kepala desa di 170 desa Se-kabupaten Nias.

Ketua panita pelaksana Atiria Lase,AM.Keb mengatakan, tujuan pelaksanaan Rakoor ini untuk mensosialisasikan penanggulangan masalah stunting di kabupaten Nias, dan sekaligus menginformasikan kebijakan teknis tentang intervensi gizi spesifik pada penangulangan stunting.

“ Rapat Koordinasi ini salah satu langkah percepatan penurunan Stunting dikabupaten Nias tahun 2019 dengan membahas secara spesifik penanganan stunting, sekaligus melakukan pemetaan wilayah yang terdapat masalah stunting “ Ujarnya

Adapun Narasumber yang terlibat pada Rakor tersebut yakni kepala Bappeda Kabupaten Nias, kepala Dinas PMDK Kabupaten Nias,kepala Dinas pertanian dan ketahanan pangan kabupaten Nias, kepala Dinas kesehatan kabupaten Nias, kepala dinas P2KBP2A kabupaten Nias, dan ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Nias.

Sementara itu, Wakil Bupati Nias Arosokhi Waruwu,SH,MH menyampaikan bahwa, bangsa indonesia saat ini mengalami masalah gizi yang cukup kompleks dan termasuk salah satu diantara 117 negara yang mempunyai 3 masalah gizi yaitu Stunting (pendek),Wasting (Kurus), dan Overweight (Kegemukan).

“ masalah stunting saat ini merupakan masalah Nasional yang mendapat prioritas utama. Dimana hal ini diakibatkan kurangnya gizi dalam waktu lama ketika masih berada dalam kandungan hingga lahir berumu 2 tahun, sehingga menimbulkan gagal pertumbuhan pada anak “ Kata Wabub (Senin/9/11/2019).

Dijelaskan Wabub, Saat ini dari 6.000 Balita yang telah didata dan di entry melalui aplikasi E-PPGBM, terdapat 1.579 balita atau (23%) yang mengalami masalah stunting di kabupaten Nias. Salah satu penanggulangan masalah stunting ini dilakukan memalui perbaikan pola asuh, perbaikan pola makan dan peningkatan akses air bersih dengan fokus pada remaja dan ibu hamil sebagai upaya pencegahan.

Untuk itu, Wakil Bupati Nias menghimbau kepada seluruh stakeholder yang mengikuti Rakoor penurunan Stunting di kabupaten Nias, agar tetap mengedukasi masyarakat dengan mensosialisasikan pemberian nutrisi yang baik serta adanya penyediaan akses sarana dan prasarana kebersihan dan kesehatan yang merata diseluruh desa dan kabupaten Nias, karena menurut Wakil Bupati Nias salah satu kunci keberhasilan pencegahan stunting  adalah dengan mengkonsumsi makan yang bergizi baik. (Bobi R)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00