• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

KEPULAUAN NIAS

Cegah Perdagangan Orang, PKPA Nias Kembali Gelar Sosialisasi Pendidikan PTPPO di Kota Gunungsitoli

17 October
15:55 2019
1 Votes (4)

KBRN, Gunungsitoli: PKPA Nias selama 3 hari sejak tanggal 15 Oktober 2019 menggelar Sosialisasi Pendidikan Pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (PTPPO) sebagai salah satu upaya untuk melakukan pencegahan terhadap terjadinya Tindak pidana perdagangan orang khususnya di Kota Gunungsitoli.

Peserta sosialisasi PTPPO setiap harinya sebanyak 50 orang, hari pertama terdiri dari unsur perwakilan paguyuban orang tua murid pada semua jenjang pendidikan di kabupaten/kota terpilih, Perwakilan pengawas TK;SD;SMP dan SMK/SMA, Perwakilan peserta didik/pengurus organisasi siswa dan pendampingnya (Guru BK/Kepsek/Guru Mapel), dan Perwakilan dari Pokja Pendidikan Keluarga.

Sedangkan hari kedua Aparat pemerintahan desa/kelurahan disarankan kepala rukun tetangga, rukun warga), Tokoh agama dan tokoh masyarakat, pengurus organisasi social/agama/lembaga kemasyarakatan, perwakilan PKK/organisasi yang relevan dengan masalah perdagangan orang dan Perwakilan dari Pokja Pendidikan Keluarga.

Sementara pada hari ketiga peserta merupakanPengurus organisasi pemuda/pramuka/karang taruna, Perwakilan dari Pokja Pendidikan Keluarga, Perwakilan Pengelola lembaga Pendidikan Non Formal (PNF) seperti PKBM/FKPKBM, Rumah Pintar, Balai Belajar Bersama, Lembaga Kursus/HIPKI dan Perwakilan Pengawas PAUD& DIKMAS.

Menurut Manager PKPA Nias, Chairidani Purnamawati SH tujuan sosialisasi yakni Meningkatkan partisipasi masyarakat untuk melakukan pencegahan terhadap tindak pidana perdagangan orang khususnya di Kota Gunungsitoli

“Modus TPPO di Kota Gunungsitoli  adalah buruh migran lokal, banyak warga yang direkrut dan dipekerjakan di luar Nias sebagai buruh harian lepas di perkebunan-perkebunan”, tutur Chairidani, Kamis (17/10/2019).

PKPA Nias berharap dengan mengetahui Tindak Pidana Perdagangan Orang para peserta akan meneruskan informasi tersebut kepada masyarakat atau komunitas di wilayah masing-masing, dan angka kasus buruh migran dapat diminimalisasi.

  • Tentang Penulis

    Indah Febriyanti Bu'ulolo

    Reporter RRI Gunungsitoli<br />

  • Tentang Editor

    Indah Febriyanti Bu'ulolo

    Reporter RRI Gunungsitoli<br />

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00