• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

KEPULAUAN NIAS

Feberius Zega Warga Nias UTara Ingin Melanjut Kuliah Namun Terkendala Dengan Biaya.

15 October
12:39 2019
0 Votes (0)

KBRN, Gunungsitoli : Feberius Gea warga desa Hilisaloo Kecamatan Sitolu’ori menyatakan bahwa dirinya sejak meninggal dunia baik ayah dan ibunya belum mendapatkan bantuan dari pemerintah daerah. 

Feberius menjelaskan bahwa ayah dan ibunya meninggal dunia pada tahun 2017, dan mulai pada saat itu mereka tidak pernah menerima bantuan lagi baik berupa PKH dan juga Beras Raskin, padahal walaupun orangtua sudah meninggal namun anaknya masih bisa menerima sesuai ketentuan yang berlaku. 

Feberius mengatakan bahwa mereka 5 bersaudara dan setelah ayah ibunya meninggal maka saudaranya yang ke empat orang (dua laki laki dan 2 perempuan) pergi merantau dan  saat ini berada di Jakarta namun hanya satu orang yang sudah bekerja sementara yang lain masih pengangguran.  

Dirinya masih tinggal di Nias karena punya niat untuk belajar mandiri walaupun penghasilan tidak cukup untuk kebutuhan sehari hari, karena hanya menyadap karet dengan hasil  2 kg perhari. 

“kebun karet yang mereka miliki sebagian besar sudah di jual guna membayar utang mereka saat orangtuanya masih hidup”. Ungkap, Feberius, Selasa (15/10/2019)

 Ia berharap, uluran tangan pemerintah daerah agar dapat memperhatikan dirinya yang masih tinggal di desa Hilisaloo  Kecamatan Sitolu’ori Nias Utara. Dirinya sudah tamat SMA dan berencana untuk melanjut ke perguruan tinggi namun biaya belum ada hingga kini.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Nias Utara, Sokhiziduhu Hulu menyampaikan, bahwa bantuan beras raskin atau rastra yang pernah di terima oleh masyarakat di sesuaikan dengan data yang di berikan oleh desa. 

Terkait data keluarga dari Feberius Zega bahwa sejak orangtuanya meninggal tidak menerima bantuan raskin atau rastra hingga kini belum diketahui oleh dinas sosial karena data keluarga  miskin desa merupakan tanggungjawab pemerintah desa berdasarkan hasil musyawarah desa. 

Sokhiziduhu berharap agar kepala desa setempat kembali memverifikasi data warganya melalui musyawarah desa sehingga dapat di verifikasi dan di kirimkan ke kementrian sosial, agar dapat menerima bantuan seperti rastra yang sudah di alihkan menjadi Bantuan Pangan Nontunai dari kementrian Sosial. (MH)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00