• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

KEPULAUAN NIAS

Risiko Bencana Tinggi, Pemko Gunungsitoli Gelar Rakor Penanggulangan Bencana

26 September
10:56 2019
1 Votes (5)

KBRN, Gunungsitoli: Kelas resiko bencana diwilayah kepulauan Nias cukup tinggi. Untuk itu diharapkan tingkat ketangguhan dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana yang sewaktu-waktu dapat melanda tanpa diketahui.

Selain itu, penanggulangan bencana tidak bisa dilakukan sendiri oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Namun, saling bekerja sama dan berkoordinasi dengan lembaga-lembaga yang ada, serta melibatkan unsur-unsur dari masyarakat dan insan kebencanaan lainnya.

Hal itu disampaikan Sekda Kota Gunungsitoli Agustinus Zega pada Rapat Koordinasi Penanggulangan Bencana Kota Gunungsitoli Tahun 2019 yang diselenggarakan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Gunungsitoli di ruang Samaeri lantai II kantor Walikota, Kamis (26/09/2019) pagi.

“Rakor ini bertujuan untuk meningkatkan koordinasi dan komunikasi dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana dengan tema Sosialisasi Peraturan daerah nomor 2 tahun 2019 tentang penyelenggaraan penanggulangan bencana,” ujarAgustinus Zega.

Rapat koordinasi ini juga, lanjut Sekda, dalam rangka pengurangan risiko akibat bencana dan penanggulangan bencana menjadi perhatian serius pemerintah daerah untuk menyelenggarakan perencanaan penanggulangan bencana yang terstruktur, sistematis dan dapat dilaksanakan secara efektif dan terintegrasi untuk menciptakan lingkungan kehidupan masyarakat yang lebih aman dan tanggap terhadap ancaman bencana.

"Saya harap melalui rakor ini dapat menghasilkan suatu kesepakatan dalam menguatkan masyarakat khusunya masyarakat kota gunungsitoli agar mampu meningkatkan ketahanan terhadap bencana," ucap Agustinus mengakhiri.

  • Tentang Penulis

    Indra Jaya Zendratö

    Reporter RRI Gunungsitoli,Email: indrarri@gmail.com

  • Tentang Editor

    Indra Jaya Zendratö

    Reporter RRI Gunungsitoli,Email: indrarri@gmail.com

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00