• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Budaya Dan Pariwisata

Sail Nias Gugah Perhatian Para Tamu

15 September
13:51 2019
0 Votes (0)

KBRN, Gunungsitoli : Acara Puncak Sail Nias 2019 yang berlangsung di Pelabuhan Baru Teluk Dalam, Kabupaten Nias Selatan, Provinsi Sumatera Utara Sabtu 14 September 2019, sangat menarik dan menggugah perhatian para tamu, undangan dan pengunjung karena berbagai atraksi budaya diantaranya tari kolosal exotic budaya Nias 500 orang dan pelompat batu 100 orang. 

Kemudian ada juga Parade Kapal Nelayan  dengan mengggunakan 100  perahu tradisional yang diiringi dengan demo para motor/trike, Aeromodelling, Terjun Payung TNI AU/AL, dan Flying Pass Pesawat Tempur TNI AU. 

Penataan kegiatan oleh Panitia sangat bagus sehingga semua rangkaian acara terlaksana dengan sukses.

Pelaksanaan acara puncak tersebut ditandai dengan penandatanganan secara simbolis Sampul Peringatan Sail Nias 2019 oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman (Menko Maritim) RI, Jenderal TNI (Purn) Luhut Binsar Pandjaitan didampingi Menteri Hukum dan Hak Azasi Manusia (Menkumham), Prof. Yasonna Hamonangan Laoly,SH.,M.Sc.,Ph.D., Menteri Pariwisata, Arief Yahya,M.Sc., Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo,BSEE.,M.BA., Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, dan Gubernur Sumatera Utara, Edy Ramayadi. 

Seusai penandatanganan Sampul Peringatan Sail Nias 2019, dilanjutkan dengan Penandatangangan Nota Kesepahaman (MoU) oleh Gubernur Sumatera Utara dengan Pastor Johannes Maria Hammerle,OFM.Cap., selalu Pengelola Museum Pusaka Nias. 

Penandatanganan MoU itu sebagai bukti keseriusan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dalam rangka Revitalisasi dan Pengembangan Museum Pusaka Nias sebagai Warisan Budaya. 

Menko Maritim, Luhut Binsar Pandjaitan, mengawali sambutannya mewakili Presiden Republik Indonesia dengan meminta izin untuk menyampaikan permohonan maaf Bapak Presiden Joko Widodo belum dapat hadir bersama kita semua dalam rangka pembukaan Sail Nias 2019, karena ada tugas kenegaraan lain. 

“Selain itu, Indonesia baru saja kehilangan salah satu tokoh panutan yang sangat berjasa pada bangsa dan negara. Sebagai bentuk penghormatan kita terhadap pengabdian beliau, saya ingin mengajak semua yang hadir di sini sejenak menundukan kepala dan mendoakan Bapak BJ. Habibie (Presiden RI ke-III), semoga amal-ibadah beliau diterima disisi Allah Subhanahu wa ta’ala,” ucap Luhut Binsar Pandjaitan.

Beliau menjelaskan maksud Sail Nias 2019 ini adalah merupakan Sail ke-11 dari Rangkaian Sail Indonesia yang pernah dilaksanakan pada saat Sail pertama di Bunaken-Manado sejak tahun 2009 lalu dimana Sail Indonesia pada awalnya bertujuan untuk mempercepat pembangunan daerah-daerah tertinggal di Indonesia, akan tetapi seiring perkembangannya, dimulai Sail Sabang 2017 yang lalu, penyelenggaraan Sail lebih ditekankan pada upaya pengembangan destinasi wisata, termasuk Sail Nias 2019. 

“Nias merupakan salah satu daerah yang memiliki potensi kekayaan bahari yang melimpah. Sehingga sangat tepat jika Kepulauan Nias menggelar event Sail Nias 2019 sebagai event bahari bertaraf internasional, mengingat salah satu atraksi wisata di Nias, yaitu Olahraga Surfing di Pantai Soraké sudah menjadi Destinasi Internasional dan diharapkan memiliki trickling down efek bagi potensi Destinasi lainnya di Kepulauan Nias, yang telah dimulai melalui serangkaian event di seluruh Kabupaten/Kota di Nias,” kata Menko Maritim, Luhut Binsar Pandjaitan. 

Lebih lanjut Menko Maritim menandaskan Kepulauan Nias layak dipilih sebagai lokasi penyelenggaraan Sail Nias 2019, sebab pesona pulau Nias yang beragam seperti Airterjun Luahandroi dan Pantai Tagaulé, juga memiliki budaya lokal yang unik di Indonesia. “Desa Adat seperti di Bawömataluo yang masih melestarikan budaya leluhurnya, serta peninggalan-peninggalan budaya megalitikum merupakan beberapa ikon yang tepat untuk mendorong promosi potensi wisata lainnya di Nias,” tandasnya. 

Luhut Binsar Pandjaitan menambahkan bahwa perhelatan Sail Nias 2019 yang bertemakan “Nias Menuju Gerbang Wisata Bahari Dunia” bukan menjadi awal, namun merupakan suatu proses dengan harapan setelah adanya event ini, potensi Nias terpromosikan dan masyarakat Nias secara mandiri mampu mengembangkan wisata di Nias, dan Sumatera Utara pada umumnya. 

“Untuk itu,sangat di apresiasi mengapresiasi atas terselenggaranya event ini, yang juga diisi dengan rangkaian kegiatan amal dan bakti sosial, sehingga dapat membangkitkan semangat masyarakat di Kepulauan Nias,” katanya. 

Menko Maritim RI, Luhut Binsar Pandjaitan dan para Menteri Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo yang turut hadir pada saat itu serta Gubernur Sumatera Utara dan Bupati Nias Selatan, Dr. Hilarius Duha,SH.,MH., memukul tabuh (alat musik tradisional) pertanda Sail Nias 2019 dibuka secara resmi. 

Menteri Hukum dan Hak Azasi Manusia (Menkumham), Yasonna H. Laoly, selaku Ketua Umum Nasional Sail Nias 2019, mengawali laporannya mengatakan bahwa salah satu rangkaian kegiatan Sail Nias 2019 yang sedang berlangsung saat ini di pantai Sorake adalah turnamen olahraga bahari bertaraf internasional yaitu kejuaraan Surfing Internasional Nias Pro 2019 WSL QS 3000. 

“Pak Menko saya laporkan waktu kemarin itu, ketika ditanyakan terkait Pantai Sorake kepada Surfers yang diikuti sebanyak 15 negara, mereka mengatakan This is the best surfing place in the world after Hawai (ini tempat surfing yang terbaik di dunia setelah Hawai). Kemudian live streaming pada kejuaraan surfing tersebut ditonton oleh jutaan orang di dunia,” ungkap Yasonna Laoly yang disambut dengan tepuk tangan yang meriah oleh tamu dan undangan termasuk para Duta Besar Luar Negeri di Indonesia yang turut hadir seperti diberitakan sebelumnya. 

Selain itu, Yasonna Laoly juga mengucapkan banyak terima kasih kepada Pimpinan Kementerian/Lembaga, Gubenur Sumatera Utara, Bupati/Wali Kota se-Kepulauan Nias yang telah mendukung, memberi perhatian dan bantuan dengan sungguh-sungguh sehingga dapat terselenggaranya kegiatan Sail Nias 2019. “Semoga komunikasi, koordinasi dan kerja sama dalam kegiatan ini dapat terus berlanjut untuk kegiatan lain ke depannya, terutama sinergitas antara Pemerintah Daerah dengan Pemerintah Pusat dalam mengembangkan potensi wisata dan maritim yang dimiliki daerah ini demi terwujudnya kesejahteraan masyarakat,” harap Laoly. 

Dalam sambutan Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi, mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Pusat atas perhatian dalam pembangunan pariwisata di Kepulauan Nias. “Saya mengharapkan Bupati, Wali Kota dan masyarakat se-Kepulauan Nias agar kita menjadi tuan rumah yang baik sehingga pelaksanaan Sail Nias 2019 selain memajukan Kepulauan Nias, juga sebagai perekat bangsa,” ujar Gubernur Edy Rahmayadi.

Pada moment acara puncak Sail Nias 2019, Bupati Nias Selatan, Dr. Hilarius Duha,SH.,MH., bersama Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi, didampingi Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah se-Kepulauan Nias menerima Rekor Muri yang bertuliskan Piagam Penghargaan Museum Rekor Dunia Indonesia atas pertunjukan Tari Kolosal sebanyak 500 orang dan juga pelompat batu sebanyak 100 orang. MH.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00