• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ekonomi

Keberhasilan Memerlukan Kerjasama

21 August
16:20 2019
0 Votes (0)

KBRN, Gunungsitoli : 4 (empat)  tahun berturut turut dari tahun 2013 sampai tahun 2017, hasil panen padi sawah di kelompok tani owado Desa Banua Gea Kecamatan Tuhemberua  sangat menurun bahkan mengalami gagal panen.

Sidizaro Zega selaku anggota Kelompok Tani Owado Desa banua Gea mengatakan, di lahan persawahan kelompok tani Owado selama 4 tahun penyuluh pertanian lapangan (PPL) yang di tugaskan oleh Pemerintah Daerah tidak datang kelapangan sehingga tatacara penanaman padi yang baik kurang di pahami oLeh petani.

Di kelompok tani Owado tersebut terdiri dari 14 orang anggota dengan luas lahan secara keseluruhan 14 hektar dan jenis benih padi yang di tanam pada saat itu adalah benih padi inpari 13 dengan benih padi gogo namun hasilnya tidak memuaskan karena kekurangan pupuk dan juga irigasi yang belum di bangun pada saat itu.

“Akibat minimnya hasil panen bahkan ada yang gagal panen di kelompok owado, kelompok tani owado sudah mulai malas dan sebagian anggota kelompok tani owado tersebut, beralih menjadi nelayan untuk memenuhi kebutuhan sehari hari”. Terang, Sidizaro, Rabu (21/8/2019)

Berjalannya waktu mulai tahun 2018, kelompok tani owado ingin meninggalkan lahan persawahan tersebut, mereka tidak mengelola lagi, namun upaya pemerintah melalui Dinas ketahanan Pangan menugaskan penyuluh pertanian lapangan di Lahan persawahan kelompok tani owado tersebut sebanyak 2 orang dan pada saat itu pihak PPL melakukan penyuluhan pada kelompok tani owado sehingga kelompok tani owado kembali mengelola lahan persawahan di Desa banua Gea.

Menurut Sidizaro, bahwa pengelolaan lahan persawahan sangat lebih baik dan tidak membahayakan masyarakat tetapi resiko yang di alami berupa gagal panen sedangkan pelaut/nelayan banyak resiko sehingga kelompok tani owado sangat senang saat pemerintah daerah menugaskan PPL di Lahan persawahan yang mereka kelola.

Mulai tahun 2018 hasil panen padi sawah di Kelompok owado sudah mulai menghasilkan sekitar 3 sampai 4 ton perhektar, dikarenakan pihak PPL terus mengarahkan mereka tentang tata cara bercocok tanam padi sawah.

Benih padi sawah yang di kembangkan oleh kelompok Tani owado yakni, jenis Inpari 32 dan sangat baik di lahan persawahan tersebut, dan Sidizaro mengakui bahwa hasil panen yang mereka miliki hanya cukup untuk kebutuhan sehari hari.

Hasil panen padi sawah di kelompok owado belum maksimal disebabkan keterlambatan pupuk saat melakukan penanaman dan juga masih menggunakan tadah hujan karena posisi irigasi yang di bangun oleh pemerintah , lebih rendah di banding lahan persawahan.

Awal tahun 2019 lalu pernah di sampaikan kepada Dinas Ketahanan pangan kondisi lahan persawahan kelompok owado yang kekurangan air dan pada bulan juli 2019 lalu telah di berikan mesin pompa air oleh Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Nias Utara, dan akan segera di fungsikan sehingga nantinya hasil diharapkan hasil panen padi sawah di kelompok owado mengalami peningkatan.

“ agar pupuk subsidi yang di salurkan melalui UD dapat di salurkan pada saat di lakukan penanaman karena selama ini dua minggu bahkan satu bulan bibit padi sawah sudah di tanam baru ada penyaluran pupuk subsidi dari usaha dagang (UD)”. Harap, Sidizaro.

Koordinator Penyuluh Pertanian Sekabupaten Nias Utara, Beziduhu menjelaskan, bahwa keluhan kelompok tani baik kelompok tani Owado dan juga kelompok tani lainnya di Kecamatan tuhemberua akan di sampaikan kepada Dinas ketahanan Pangan sehingga nantinya segera di tanggapi baik dalam penyaluran pupuk dan juga irigasi yang harus di maksimalkan di lahan Persawahan milik kelompok tani owado.

“PPL yang bertugas di masing-masing kelompok tani juga akan terus di motivasi sehingga kelompok tani di Nias Utara dapat mengembangkan lahan persawahannya sehingga membuahkan hasil yang memuaskan.” Tegas, Beziduhu.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Nias Utara, Idaman johan Hulu mengatakan, bahwa kendala yang di alami oleh Kelompok tani baik kelompok owado maupun kelompok lainnya akan di cari solusi sehingga hasil hasil pertanian melalui lahan persawahan ,membuahkan hasil yang maksimal.

“Petani adalah salah satunya yang dapat mendorong peningkatan hasil produksi pertanian, sehingga pemerintah terus berusaha untuk membantu dan memfasilitasi mereka agar tidak meninggalkan usaha pertanian di bidang pengelolaan padi sawah” Ungkap, Idaman.

Selain itu juga, kelompok tani berhasil karena penyuluh pertanian sehingga dalam mewujudkan peningkatan perekonomian masyarakat utamanya di bidang persawahan adanya saling keterkaitan sehingga terus di dorong agar kelompok tani dengan penyuluh pertanian saling kerjasama.

Idaman juga berharap, agar masyarakat petani terus bekerja keras dan tidak mengharapkan seratus persen bantuan dari pemerintah tetapi perlu juga usaha agar Nias Utara menjadi lumbung  beras di tahun mendatang.(MH)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00