• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ekonomi

Penyaluran Rastra Tidak Jelas Warga Audiens Ke Bupati Nias Utara

12 July
09:13 2019
0 Votes (0)

KBRN, Gunungsitoli :  58 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Beras Sejahtera (Rastra) mendatangi  Bupati Nias Utara di kantornya, untuk meminta Kejelasan Rastra yang disalurkan oleh kementrian sosial melalui desa. Jumat (12/7/2019)

Kedatangan sejumlah KPM tersebut untuk meminta kepada Bupati Nias Utara atas kehendak  kepala desa Lasara Sawo Agustinus Telaumbanua, yang tidak menyalurkan beras rastra Bahkan menantang warga untuk berkeberatan.

'Kalau Kalian keberatan maka  Nama Kalian tidak akan menerima Rastra, silahkan Ke kabupaten Nias Utara dilotu'. ujar salah Satu Warga Miskin Desa Lasara Sawo menguraikan tingkah dan sikap otoriter kepala Desa Lasara Sawo saat bertatap muka kepada Bupati Nias utara. 

Sejumlah Penerima KPM tersebut berulang kali datang kekantor desa disaat membagi rastra, dan selalu dibentak oleh Kades dan menyuruh pulang, dengan nada kasar, kamu tidak punya nama sebagai penerima rastra. Kemudian Kades Lasara Sawo membagikan rastra tersebut kepada warga warga tidak terdaftar namanya sebagai penerima bahkan warga mampu.

Bupati nias utara M.ingati nazara sangat menyesali kepala desa, yang menahan hak warga miskin, jangan permainkan hak warga miskin sangat beresiko, ini bansos bagi mereka yang tidak mampu, salurkan lah sesuai permintaan yang ada, dengan nada kesal hubungi kades lasara sawo. Dari banyak peserta audensi jelas ada nama sebagai peserta, data pun di tunjukan Dinas Sosial bahkan ada banyak nama-nama yang benar-benar menerima.

Kepala dinas sosial S. Hulu menerangkan data penerima rastra tahun ini kuota masih tetap, dan nama-nama penerima tidak bisa dirubah, bahkan tidak bisa dialihkan, 
Dengan bentuk apa pun alasan mereka para kades, mereka yang bertanggung jawab atas hal dari juknis yang ada. Sebelum membagi rastra harus ada musyawarah desa dan membuat berita acara juga membentuk tim, tidak semena mena kades mentransfer hak warga miskin dan ketika ada yang pindah penerima, boleh diganti, tetapi haru melalui musyawarah.

Pada penyampaian kades lasara sawo agustinus telaumbanua, bahwa benar-benar kesilafan atas kelalaian ini, 'aku minta maaf dan memohon maaf, aku benar belum melakukan musyawarah didesa,

Bupati nias utara berpesan, untuk warga masyarakat Desa Lasa sawo yang sudah dikirim oleh dinas sosial, periksa nama, jika ada maka segera siapkan pihak desa. 
Mari saling menolong, para pimpinan desa harus memiliki komitmen membantu warga yang kurang mampu dan Sebagai perpanjangan tangan pemerintah, wajib kita fasilitasi.

Masyarakat desa Lasara S.zendrato wakil ketua BPD, meminta hak atas warga miskin sebagai penerima rastra jangan sampai di zolimi, sangat tidak baik bagi mereka yang berkepentingan dengan para pimpinan desa yang mengimplentasikan beras miskin, mana saja kah beras itu berhasil, mesti disalurkan, Terimakasih Untuk bupati nias utara yang sudah menyelasaikan  demikian, dan semoga para kades dapat mengaktifkannya.

Jika hal demikian juga masih tidak di indahkan akan terus mempertanyakan hal ini, termasuk ketegasan bupati sebagai dikangkangi oleh kades, dan jika perlu meminta pemerintah daerah agar dapat membantu pemerintah dalam membantu dipenegak hukum. Ujar Sozatulo zendrato. (MH)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00