• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ekonomi

Nelayan di Nias Beralih Tangkap Ikan Eksport, Ikan Dipasaran Menjadi Langka

18 June
11:00 2019
1 Votes (5)

KBRN, Gunungsitoli: Nelayan tradisional di Kepulauan Nias saat ini beralih hasil tangkapannya mencari ikan jenis eksport, akibatnya ikan dipasaran menjadi langka dan mahal hingga mengalami kenaikan seratus persen.

Pantauan RRI, sejumlah meja lapak para penjual ikan di pasar tradisional di Kota Gunungsitoli terlihat sepi dan kosong karena pasokan ikan dari nelayan sangat minim.

Selain langka dipasaran dan harga melambung tinggi, akibatnya sejumlah ibu rumah tangga mengeluh karena sebelumnya ikan segar sangat mudah didapatkan namun kini menjadi bahan pokok langka.

"Sebelumnya ikan segar sangat melimpah di Nias dan sekarang susah didapatkan padahal ikan merupakan kebutuhan utama kita saat menyantap makan," ujar Dasni salah seorang ibu rumah tangga di Kota Gunungsitoli, Selasa (18/06/2019).

Hal senada juga dikemukakan Ina Yusna menyatakan, harga ikan hanya berkisar Rp 20.000 per kilogram, namun sejak kelangkaan ikan sudah mencapai Rp 80.000 hingga Rp 100.000 per kilogram jenis ikan kerapu biasa.

Sementara itu, Deni Sofyan, salah seorang nelayan mengatakan lebih memilih menangkap ikan eksport karena selain mudah mendapatkannya, juga harga yang diberikan cukup menjanjikan Rp 50.000 per kilogram.

"Pesanan ikan jenis Kampi-kampi sangat meningkat untuk di eksport keluar negeri seperti di Singapura dan Malaysia. Ikan jenis ini sangat mudah didapatkan. Sekali melaut bisa dapat 70 kilogram," ucapnya. 

  • Tentang Penulis

    Indra Jaya Zendratö

    Reporter RRI Gunungsitoli,Email: indrarri@gmail.com

  • Tentang Editor

    Indra Jaya Zendratö

    Reporter RRI Gunungsitoli,Email: indrarri@gmail.com

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00