• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

POLITIK

Masyarakat Dapil II Nias Utara Desak Bawaslu Dan Sentra Gakkumdu Untuk Menuntaskan Masalah Pembukaan Kotak Suara Pemilu 2019

12 May
09:27 2019
0 Votes (0)

KBRN, Gunungsitoli : Massa yang menamakan diri gabungan masyarakat Dapil II yang meliputi Kecamatan Sitolu Ori, Sawo dan Kecamatan Tuhemberu, berunjukrasa di kantor Bawaslu Nias Utara (Nisut), mendesak Bawaslu dan sentra Gakkumdu mengungkap aktor pembongkaran kotak suara di Botolakha.

Pimpinan aksi Lestaman Nazara kepada RRI Minggu (12/5/2019) dalam orasinya mengatakan, kasus pembongkaran kotak suara yang disimpan di balai Desa Botolakha, yang mengakibatkan perolehan suara Kasizaro Zega Caleg Golkar berkurang karena ditambahkan kepada Caleg tertentu, hingga kini tidak ada titik terang padahal sudah hampir tiga minggu dilaporkan.

"Jangan hanya duduk dan tidur pihak Bawaslu dan sentra Gakkumdu mestinya bersikap tegas mengungkap siapa aktor yang berkepentingan. Tegas, Lestaman.

Menurut Lestaman, Ini bukan hanya kejahatan demokrasi, tapi warga yang memberi hak pilih juga sia-sia. Sebab Caleg yang sebelumnya difigurkan justru korban karena dicurangi.

Ia mengatakan, seraya meminta hasil penanganan laporan juga disertai dengan rekomendasi pendiskualifikasian Caleg yang berbuat curang.

Ia juga menuturkan, sejumlah modus kecurangan Pemilu 17 April 2019 di Botolakha di antaranya, selain marak pencoblosan dua kali, di beberapa TPS terdapat peserta pemilih bukan warga Botolakha, jumlah DPT juga digelembungkan.

Sementara sisa surat suara, habis terpakai meski jumlah peserta pemilih yang hadir tidak sesuai dengan jumlah DPT diduga dicoblos penyelenggara bekerjasama dengan oknum Caleg.

Menanggapi desakan massa, Kordinator Sentra Gakkumdu Nisut Oibuala Laia mengatakan, pengusutan laporan pembongkaran kotak suara, tidak segampang membalikkan telapak dan tidak bisa selesai dalam waktu singkat. Sebab, Bawaslu juga punya SOP.

"Kami di sini tidak duduk, tidak tidur dan memakan gaji buta, karena kasus tersebut masih berproses. Demikian juga dalam menentukan pidana atau tidak, jangan ada prasangka hanya Bawaslu yang mengambil alih namun ada tiga institusi yang menentukan," kata Oibuala.

Selain itu, soal jawaban laporan dan rekomendasi pendisikualifikasian oknum Caleg, dirinya tidak berani mengambil resiko.

Sebelumnya, pembongkaran kotak suara terjadi 18 April 2019 lalu sekitar pukul 20.30 WIB di balai Desa Botolakha dekat rumah Caleg Golkar berinisial DZ dan dilaporkan Ka Zega yang juga Caleg Golkar ke Sentra Gakkumdu Nisut pada 24 April 2019. (MH)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00