• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

HUKUM

Prihatin, Gedung SLB Bernilai Rp2,4 M di Nias Barat Diduga Gagal Konstruksi

15 February
11:52 2019
0 Votes (0)

KBRN, Gunungsitoli: Gedung Sekolah Luar Biasa (SLB) yang berada di Desa Onowaembo Kecamatan Lahomi Kabupaten Nias Barat milik pemerintah provinsi Sumatera Utara, pembangunan bangunannya diduga menjadi lahan korupsi. 

Berada diatas lahan kurang lebih 1 hektare itu, gedung sekolah yang diduga belum rampung dikerjakan telah 100 persen diserahterimakan dari pihak rekanan kepada Dinas pendidikan provinsi Sumatera Utara. 

Pantauan RRI, hampir seluruh sisi gedung mengalami keretakan hingga kelantai gedung. Selain itu, bentuk bangunan juga miring dan hampir roboh karena dibangun diatas lahan rawa yang dialiri air. 

Salah seorang tokoh masyarakat Kecamatan Lahomi, Ama Rope Daely sangat menyayangkan minimnya pengawasan dari pemerintah sehingga bangunan yang baru ditempati itu sudah tidak layak lagi untuk kegiatan belajar mengajar para murid, bahkan dapat membahayakan jiwa. 

"Ini sama saja menghambur-hamburkan uang negara. Gedung ini sudah tidak layak pakai lagi. Padahal sekolah luar biasa ini sangat kami butuhkan di Nias Barat," ujar Ama Rope,  Jumat (15/02/2019).

Terkait hal itu, Bupati Nias Barat Faduhusi Daely saat dikonfirmasi Radio Republik Indonesia mengaku tidak dapat berbuat banyak karena sekolah luar biasa itu dikelola sepenuhnya milik pemerintah provinsi Sumatera Utara. 

"Anggaran yang digunakan untuk pembangunan sekolah itu kalau tidak salah mencapai 2,4 miliar rupiah yang bersumber dari pemerintah provinsi. Kita prihatin memang dengan melihat kondisi bangunannya," sesalnya. 

"Kita disini hanya mampu mendorong dan berharap kepada pemerintah provinsi agar segera meninjau gedung secepatnya sebelum ada korban," tambahnya. 

  • Tentang Penulis

    Indra Jaya Zendratö

    Reporter RRI Gunungsitoli,Email: indrarri@gmail.com

  • Tentang Editor

    Indra Jaya Zendratö

    Reporter RRI Gunungsitoli,Email: indrarri@gmail.com

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00