• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kesehatan

Dua Anak Kurang Gizi di Nias Utara Luput Dari Pelayanan Pemda

11 February
21:19 2019
0 Votes (0)

KBRN, Gunungsitoli: Dua orang anak yang mengalami kurang gizi di Desa Maziaya Kecamatan Lotu Kabupaten Nias Utara terlantar di sebuah gubuk reok karena ketidakmampuan kedua orang tuanya untuk membawa kedua anaknya ke rumah sakit. 

Kedua korban kurang gizi tersebut adalah Alexander Zega berusia 4 tahun yang memiliki berat badan empat kilo gram berjenis kelamin laki-laki. Sementara kakaknya, Juita Zega usia 7 tahun memiliki berat badan kurang dari tujuh kilogram. 

"Keduanya sejak lahir sudah menderita seperti ini dan terus berlangsung hingga sekarang. Kami berharap dapat perhatian dan pertolongan dari dermawan agar keduanya bisa sehat dan normal seperti anak sesuaikan," harap ibu korban, Aslina Ndruru, Senin (11/02/2019). 

Akibat kondisi ini, lanjut Aslina, karena hampir tidak pernah tersentuh pelayanan kesehatan, maka terlihat kaki dan tangan mengering dan keriput serta semua jari tangan dan kaki bengkok sehingga kedua anaknya sulit untuk berjalan. 

"Kami tidak ada biaya untuk membawa berobat sedangkan fasilitas seperti kartu Indonesia sehat apalagi BPJS tidak ada. Bapaknya cuma sebagai buruh tidak tetap di rumah orang," ujar Ibu korban. 

Di tempat terpisah, Kepala Desa Maziaya, Amoni Zega mengatakan alasan mengapa belum dimilikinya fasilitas untuk keluarga miskin atau prasejahtera tersebut karena belum melapor ke tingkat desa. 

"Kedua orang tua korban ini tidak pernah mendaftarkan keluarganya ditingkat desa. Ini menjadi salah satu kendala pihak desa untuk memberikan perhatian lebih," ucap Amoni Zega. 

Pantauan RRI, sejauh ini masih belum di ketahui apakah kedua anak kurang gizi tersebut memiliki penyakit lain karena tidak pernah mendapatkan pelayanan kesehatan. 

Sementara dari bocoran data dinas kesehatan Kabupaten Nias Utara, alokasi dana belanja operasional kesehatan (BOK) dinas kesehatan untuk sejumlah Puskesmas dan petugasnya terdapat 2, 9 Miliar rupiah lebih yang terealisasi pada tahun 2018 dari pagu 7 miliar rupiah. 

Ironisnya, dari dana yang sangat besar itu telah di realisasikan untuk operasional pendataan dan penyuluhan dari masing-masing rumah tangga dalam pelayanan kesehatan di Nias Utara di duga tidak berjalan. 

  • Tentang Penulis

    Indra Jaya Zendratö

    Reporter RRI Gunungsitoli,Email: indrarri@gmail.com

  • Tentang Editor

    Indra Jaya Zendratö

    Reporter RRI Gunungsitoli,Email: indrarri@gmail.com

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00