• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ekonomi

Lapas Gunungsitoli Gelar Batik Tulis Masal

24 January
16:13 2019
0 Votes (0)

KBRN, Gunungsitoli: Penghuni Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas II-B Gunungsitoli mengikuti pelatihan ketrampilan membatik. Pelatihan tersebut diberikan oleh pegawai Lapas yang sebelumnya telah mengikuti keterampilan membatik selama tiga hari di Jakarta. 

Dalam pelatihan keterampilan tersebut, para napi diberi berbagai pengetahuan tentang batik, tahapan proses pembuatan batik, termasuk pengenalan peralatan hingga cara membatik di halaman lapas Klas II B Gunungsitoli. 

Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas II B, Hilina'a, Kota Gunungsitoli, Mohammad Ilham Agung Setyawan, mengatakan bahwa kegiatan tersebut bertujuan memberikan semangat kepada warga binaan yang muaranya nanti seluruh warga binaan dapat menjadikan bekal pada saat bebas nanti. 

"Batik tulis ornamen Nias sebelumnya belum pernah ada yang melakukannya dan kegiatan ini baru pertama kali dilakukan di Nias. Kita melihat peluang cukup besar untuk membuka lapangan kerja bagi warga binaan kelak jika mereka nantinya bebas," ujarnya, Kamis (24/01/2019).

"Kita berharap kegiatan ini kedepannya akan lebih baik dan lebih meningkat. Kita dari Lapas Kelas II B Gunungsitoli ini ingin menunjukan kepada dunia bahwa di Kepulauan Nias ada batik tulis dengan motif dan ornamen nias yang cukup menarik," tambahnya.

Seperti untuk hari ini, lanjut Ilham, dari 239 orang warga binaan, ada sekitar 180 orang yang sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Hal ini juga telah mendapat respon positif terhadap sejumlah kelompok masyarakat pecinta batik motif Nias. 

"Hasil karya warga binaan ini sudah ada yang pesan. Kemarin dapat info dipesan sebanyak seratus helai selendang dengan beragam motif Nias," jelasnya. 

Sementara itu terkait pemasaran produk batik tersebut, instruktur pembuatan batik, Yuslian Harefa membeberkan harga dari batik serta optimis jika hasil dari karya batik tulis sangat menjanjikan.

"Nantinya produk ini akan dipasarkan dengan harga 150 ribu rupiah. Dengan harga segitu konsumen akan mendapatkan satu helai selendang cantik batik tulis ornamen Nias bermotif gambar Burung Beo, Cicak, patung dan masih banyak motif yang lain," ucap Yuslian. 

"Mudah-mudahan keterampilan yang diperoleh ini bisa bermanfaat ketika saya kembali ke masyarakat nantinya," tutur Yanima Hulu (27), salah seorang napi asal Kabupaten Nias Selatan yang mengaku terjerat kasus narkoba.

  • Tentang Penulis

    Indra Jaya Zendratö

    Reporter RRI Gunungsitoli,Email: indrarri@gmail.com

  • Tentang Editor

    Indra Jaya Zendratö

    Reporter RRI Gunungsitoli,Email: indrarri@gmail.com

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00