• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kesehatan

Pelatihan Fasilitator STBM dan Teknologi Tepat Guna Kloset Di Namohalu Esiwa

16 March
12:45 2018
5 Votes (5)

KBRN, Gunungsitoli: Wahana visi indonesia bekerjasama dengan puskesmas Namohalu Esiwa mengadakan Pelatihan Fasilitator Sanitasi Total Berbasis Masyarakat dan Teknologi Tepat Guna Kloset (TTG pembuatan kloset sederhana). Pelatihan ini berlangsung selama 4 hari (12-15 Maret 2018) dan diikuti oleh peserta sebanyak 20 orang yang terdiri dari tenaga kesehatan, bidan, dan dokter Puskesmas Namohalu Esiwa, serta melibatkan masyarakat dari 11 desa di kecamatan Namolahu Esiwa.

Manajer WVI ADP Nias 1 & 2, Marcel Sinay dalam kata pembukaan menyampaikan bahwa melalui pelatihan ini diharapkan dapat membantu dalam memetakan rencana program WVI di tahun 2018-2019 di wilayah kecamatan Namohalu Esiwa dan menghimbau supaya dalam pelatihan ini dapat dibuat draft action plan yang lebih detail karena WVI sebentar lagi akan selesai pelayanannya di Nias di akhir tahun 2019.

Hari pertama pelatihan, dimulai dengan pembukaan, perkenalan, dan penyampaian materi . Pada hari kedua dilanjutkan dengan kegiatan penyampaian materi antara lain: prinsip dasar pemberdayaan masyarakat, partisipasi masyarakat dalam STBM, prinsip dasar fasilitasi, simulasi pemicuan dan evaluasi peserta. Di hari ketiga pelatihan dilanjutkan dengan perjalanan ke desa praktik pemicuan langsung kepada masyarakat agar terpicu dan mau berperilaku sehat dengan membuat jamban/WC sederhana.

Ama Sefa salah satu perangkat Desa di Kecamatan Namohalu, mengungkapkan bahwa di kecamatan Namolahu Esiwa, masyarakat tidak memperhatikan masalah kesehatan. Dengan adanya kegiatan ini dari puskesmas demi kesehatan kita, maka kita jangan menyia-nyiakan apapun yang akan kita lakukan hari ini dan ilmu yang akan kita dapatkan harus kita sampaikan kepada masyarakat di desa kita masing-masing.

Pemicuan tersebut disambut baik oleh masyarakat Namohalu Esiwa dan berhasil mempengaruhi masyarakat untuk berkomitmen untuk membuat jamban/WC sederhana. Pada hari terakhir, masyarakat bersama WVI dan tenaga kesehatan puskesmas Namohalu Esiwa melaksanakan praktik pembuatan kloset sederhana (TTG Kloset), dengan bahan-bahan yang digunakan yaitu dari tanah liat dan semen. Untuk diketahui  dengan 1 sak semen bisa terbentuk 10 buah kloset.

Kepala Puskesmas Namohalu Esiwa, Erniwati Telaumbanua dalam sambutannya mengajak seluruh peserta pelatihan untuk mendisiplinkan diri masing-masing dan mengikuti pelatihan ini dengan baik sehingga kegiatan ini diharapkan dapat bermanfaat dalam pelaksanaan pemicuan STBM di kecamatan Namohalu Esiwa. Dia juga mengungkapkan bahwa kegiatan pembuatan kloset sederhana  ini bukan hanya bermanfaat untuk orangtua, tetapi sangat bermanfaat bagi anak-anak kita sebagai generasi yang harus hidup sehat.

Pada hari terakhir kegiatan tersebut, masyarakat sangat senang karna telah mengikuti pelatihan cara pembuatan jamban sederhana tanpa harus mengeluarkan biaya yang mahal. Masyarakat mengungkapkan bahwa ilmu yang telah didapat akan dibagikan kepada tetangga dan masyarakat yang lain untuk membuat WC sederhana.(IND)

 

  • Tentang Penulis

    Indah Febriyanti Bu'ulolo

    Reporter RRI Gunungsitoli<br />

  • Tentang Editor

    Indah Febriyanti Bu'ulolo

    Reporter RRI Gunungsitoli<br />

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00