• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kesehatan

Jumlah Penderita Ginjal Kronik di Kepulauan Nias Terus Meningkat

8 March
08:57 2018
1 Votes (5)

KBRN, Gunungsitoli: Jumlah Penderita Ginjal Kronik (PGK) di kepulauan Nias setiap tahun meningkat, hal itu disampaikan Dokter Cancerina Dachi dari Unit Hemodialisis Rumah Sakit Umum Daerah Gunungsitoli, Kamis (8/3/2018).

Disebutkannya hingga hari ini sebanyak 40 pasien yang menjalani cuci darah di Instalasi Hemodialisis dengan kisaran usia 25-60 tahun. Setelah ditelusuri, para pasien ini umumnya mengidap penyakit Ginjal Kronik atau Gagal ginjal akibat sering mengkomsumsi obat pereda nyeri, mengkomsumsi lemak yang berlebihan, alcohol atau minuman keras.

“ Didominasi oleh pria, namun ada kecenderungan wanita juga mulai banyak menjadi pasien kami”, jelas Dr. Cancerina.

Mengantisipasi jumlah pasien cuci darah yang semakin bertambah, manajemen  rumah sakit sedang melakukan renovasi pada unit tersebut untuk menambah 10 unit lagi mesin cuci darah.

“ Sekarang baru ada 8 mesin, 1 kita jadikan cadangan.

“ Setiap hari kecuali hari Minggu kita melayani pasien yang cuci darah, hingga hari ini semua pasien dapat terlayani”, tambahnya lagi.

Pada Peringatan Hari Ginjal Sedunia di Kepulauan Nias tanggal 22 Maret 2018 pihaknya akan menyelenggarakan Mini Seminar dengan tema Kesehatan Ginjal dan Wanita di 12 Puskesmas dipusatkan di Puskesmas Gido. Serta melakukan sosialisasi di RRI Gunungsitoli.

Menurutnya ketidaktahuan masyarakat akan pentingnya kesehatan ginjal menjadi penyebab banyaknya pasien yang akhirnya mengalami penyakit Ginjal Kronik baik yang tinggal dikawasan perkotaan dan juga pedesaan.

Untuk itu Ia mendorong masyarakat untuk rutin memeriksakan ginjal minimal 6 bulan sekali dipos-pos kesehatan. Bagi wanita hamil apalagi yang memiliki keturunan penyakit hipertensi dan diabetes harus melakukan pemeriksaan Antenatal Care untuk memastikan berat janin saat lahir tidak kurang dari 2,5 kilogram.

“ Diupayakan bayi jangan lahir premature atau umur kehamilan kurang dari 36 bulan karena berpotensi mengalami kerusakan ginjal karena belum terbentuk dengan sempurna”, pungkasnya.(IND)

  • Tentang Penulis

    Indah Febriyanti Bu'ulolo

    Reporter RRI Gunungsitoli<br />

  • Tentang Editor

    Indah Febriyanti Bu'ulolo

    Reporter RRI Gunungsitoli<br />

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00