• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Pendidikan

Workshop Pengembangan Kurikulum Pendidikan Karakter di Nias

22 February
14:07 2018
4 Votes (4.5)

KBRN, Gunungsitoli: Wahana Visi Indonesia (WVI) Nias selama 2 hari menyelenggarakan workshop tentang implementasi pendidikan karakter di Nias, yang dilaksanakan di Nias Palace, Kota Gunungsitoli sejak kemarin Rabu(21/2/2109).

Workshop yang dilaksanakan selama 2 hari (21-22 Februari 2017) tersebut dibuka resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nias, Bapak Atobali Laoli dan diikuti oleh 5 orang narasumber yang terdiri dari pemerhati pendidikan dan budaya. Kegiatan difasilitasi oleh WVI dan Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Sumatera Utara. 

Pada pembukaan workshop tersebut, Atobali Laoli mengatakan  Isu-isu persoalan pendidikan di pulau Nias  memang banyak, diantaranya seperti masalah sarana prasarana, kualitas guru yang saat ini masih ada yang kurang profesional. 

“ Melalui kegiatan tentang pengembangan kurikulum ini, dapat menyamakan persepsi untuk meningkatkan  kualitas pendidikan di Pulau Nias”, tuturnya.

Marcell Sinay selaku pimpinan WVI Nias, dalam sambutannya mengatakan kegiatan hari ini adalah lanjutan  dari diskusi-diskusi WVI sebelumnya dengan dinas pendidikan, tentang pendidikan di pulau Nias. Dari diskusi tersebut berbagai persoalan pendidikan ada di setiap kabupaten. Untuk menyelesaikan persoalan yang ada tersebut maka dilakukan kembali diskusi antara WVI dengan dinas pendidikan terkait, untuk mendapatkan solusi. 

“ Dalam melakukannya kami tetap menyesuaikan dengan kebijakan pemerintah khususnya tentang pendidikan karakter, kegiatan ini untuk menguatkan implementasi pendidikan karakter di Nias”, ungkap Marcell.

Sementara Golda Spesialis Pendidikan Wahana Visi Indonesia mengatakan nantinya WVI akan membuat buku pedoman implementasi pendidikan karakter di Nias. Pada Kegiatan ini pihaknya membutuhkan pendapat atau buah pemikiran peserta  untuk menyamakan persepsi tentang strategis secara nasional tentang pendidikan karakter, dengan mengembangkan nilai-nilai budaya/tradisi atau kearifan lokal yang ada di Pulau Nias ke dalam pendidikan karakter tersebut.

Disela-sela kegiatan workshop tersebut, Marison Zalukhu salah satu narasumber mengungkapkan selama ini guru tidak memiliki pedoman untuk mengajarkan pendidikan karakter kepada anak-anak khususnya di Nias Utara, sehingga dengan disusunnya sebuah pedoman  tentang pendidikan karakter nantinya akan membuat guru-guru berkewajiban menerapkannya.                                                                                                           

Untuk diketahui Penyusunan buku pengantar atau buku pegangan pendidikan karakter tersebut nantinya dibuat berdasarkan hasil kesepakatan antara WVI dengan Dinas Pendidikan di 3 kabupaten yaitu Kabupaten Nias, Nias Barat, Nias Utara sejak tahun 2015 hingga akhir tahun 2017 serta telah ditentukannya kelompok kerja (Pokja) sebagai dukungan pendampingan kepada guru dan kepala sekolah. Adapun hasil kesepahaman mengenai implementasi pendidikan karakter di Nias, dengan nama Pendidikan Famaeri yang berisikan 4 (empat) nilai karakter khas Nias, yaitu : Famati (Iman), Fa’omasi (Mengasihi), Fa’atulo (kebenaran), Falulusa (kerja sama/gotong royong). (IND)

 

  • Tentang Penulis

    Indah Febriyanti Bu'ulolo

    Reporter RRI Gunungsitoli<br />

  • Tentang Editor

    Indah Febriyanti Bu'ulolo

    Reporter RRI Gunungsitoli<br />

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00