• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kesehatan

WVI Nias Gelar Pelatihan Bagi Kader Posyandu Hiliserangkai dan Botomuzoi

5 December
13:14 2017
0 Votes (0)

KBRN, Gunungsitoli: Pelatihan Konselor Pemberian Makan Bayi dan Anak yang diselenggarakan Wahana Visi Indonesia (WVI) kantor Operasional Nias dimulai pagi tadi, Selasa (5/12/2017) bertempat di Laverna Gunungsitoli.

Menurut Manager WVI kantor cabang Nias Marcel Sinay, peserta pelatihan merupakan kader posyandu dari 5 desa di kecamatan Hiliserangkai dan 2 desa dari kecamatan Botomuzoi yang total berjumlah 35 orang. Pelatihan berlangsung mulai hari ini hingga Jum’at mendatang dan hari terakhir akan dilakukan pratek konseling di salah satu desa di kecamatan Hiliserangkai.

Kepada RRI, Marcel mengemukakan masalah pemberian makan bayi dan anak masih menjadi perhatian pihaknya karena belum sepenuhnya disadari oleh ibu-ibu di berbagai desa dampingan WVI. Kasusnya seperti ada yang baru berusia 2 bulan sudah diberi makan nasi, ada juga yang sudah diberi pisang dengan alasan bayi menangis sehingga diklaim air susu ibu tidak cukup bangi bayi tersebut.

“ Biasanya sih ini terjadi karena nenek atau orang-orang terdekat dari ibu yang memaksakan si anak diberi pisang atau bubur dengan alasan anak masih lapar”, ungkap Marcel.

Berangkat dari hal inilah makanya WVI kembali gelar pelatihan konselor bagi kader posyandu.

Kepala Puskemas Botombawo Ingati Lase Am.Keb dan Kepala Puskesmas Ehozakhozi Dermawan Halu pada kesempatan itu menyatakan apresiasinya terhadap pelatihan kepada kader posyandu, karena kondisi yang terjadi di wilayah pelayanan mereka pemberian makan bayi dan anak belum sesuai aturan yang semestinya, ibu-ibu lebih mengutamakan mencari nafkah dan tidak terlalu mempedulikan pengasuhan anak.

“ Inilah permasalahannya, ibu-ibu lebih memilih ke ladang dan mempercayakan pengasuhan anak kepada nenek atau bahkan kakak si bayi yang usianya tidak terpaut jauh”, sesal Ingati.

Sedangkan di daerah Ehozokhozi kondisinya memang tidak terlalu parah namun kenyataannya praktek-praktek yang salah masih saja dilakukan oleh masyarakat, sehingga tidak heran kasus gizi kurang dan gizi buruk masih ditemui.

“ Kami sedang menangani bayi gizi buruk, syukurlan sudah semakin pulih dan berat badan semakin naik”, terang Dermawan.

Untuk diketahui Puskesmas Ehozakhozi melayani 4 desa yakni Ehozakhözi, Desa Orahili Idanoi, Desa Onombongi dan Desa Awela dengan jumlah bidan hanya 3 orang sehingga ada 1 desa yakni desa Awela yang tidak memiliki bidan desa, sedangkan kader posyandu berjumlah 28 orang.

“ Kendala lainnya jarak setiap desa berjauhan, jadi cukup sulit untuk kader dan bidan kami mengakses”, pungkas Dermawan. (IND)

  • Tentang Penulis

    Indah Febriyanti Bu'ulolo

    Reporter RRI Gunungsitoli<br />

  • Tentang Editor

    Indah Febriyanti Bu'ulolo

    Reporter RRI Gunungsitoli<br />

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00