• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ekonomi

Kebakaran Lahan Tebu PT. PGG Bisa Picu Inflasi

20 February
10:55 2020

KBRN, Gorontalo : Pihak PT Pabrik Gula Gorontalo (PGG) melapor ke Gubernur Rusli Habibie tentang peristiwa kebakaran lahan tebu milik perusahaan yang diduga sengaja dibakar oleh oknum tidak bertanggung jawab.

Deputi Manager PT. Pabrik Gula Gorontalo Suryanto menyatakan, akibat kebakaran lahan tebu saat ini stok gula hanya tinggal seribuan ton, karena perusahaan tidak mampu berproduksi sesuai target.

“Sisanya tinggal kira-kira seribuan ton stoknya. Padahal kebutuhan disini saja (Gorontalo), sebulan 1500 sampai 2000 ton. Otomatis itu belum termasuk dari provinsi lain, dari Manado Sulawesi Utara, Sulawesi Barat,” jelas Suryanto, Kamis (20/2/2020)

Ia mengungkapkan  dengan adanya kebakaran lahan tebu seluas 560 Ha, diperkirakan gula yang harus diimpor sebanyak 50 ribu ton. Untuk memulihkan kondisi pasca kebakaran lahan, butuh waktu setahun lagi.

Kejadian terbakarnya lahan tebu ini kata Suryanto, kerugian diperkirakan sebesar Rp40 miliar. Belum lagi kerugian yang harus ditanggung oleh masyarakat karena tidak mendapatkan upah tebang pohon tebu. Tenaga tebang di PG antara 2500 sampai 4000 orang.

Menindak lanjuti k kebakaran lahan tebu milik PT. Pabrik Gula Gorontalo (PGG) Gubernur Rusli Habibie akan membahasnya bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan hari ini bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID)

Menurut Asisten Pembangunan Setda Provinsi Gorontalo Sutan Rusdi, Gubernur Rusli Habibie sudah memberikan arahan agar segera mengambil langkah-langkah terkait pengamanan untuk sisa lahan yang ada.

Berita Terpopuler

Berita Terfavorit

00:00:00 / 00:00:00