• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ekonomi

560 Hektar lahan tebu yang terbakar di Pabrik Gula Tolangohula berpengaruh pada produksi gula

19 February
18:57 2020

KBRN Gorontalo: Deputi General Manajer PT. Pabrik Gula Tolangohula, Suryanto, saat diwawancarai awak media usai bertemu dengan Gubenur mengatakan Produksi Gula di Pabrik Gula  Tolangohula menurun.Turunnya produksi ini disebabkan seluas 560 hektar lahan tebu terbakar.

“Produksi gula saat ini menurun ini dikarenakan kurang lebih 560 Hektar lahan tebu   di Pabrik Gula  Tolangohula terbakar belum lagi musim kemarau baru-baru ini daun tebu mengiring dan mudah terbakar hal ini berpengaruh pada produksi gula “ Kata Sunaryo  

Kata Sunaryo terbakarnya lahan ini ditengarai ada orang sengaja membakarnya.

 “Kalau orang – orang tidak sengaja itu tidak banyak, gak mungkin terbakar sendiri. Ini kita lihat ada sindikat sabotase, itu karena kami temukan obat nyamuk dan macis”imbuh Manajer.

 Untuk itu, Suryanto mengaku pihaknya sudah melaporkan kejadian pembakaran lahan tersebut ke pihak kepolisian, dan saat ini sudah dalam proses penyelidikan.

“Saat ini, kita sudah mengadukan ke Polres, kami meminta pengawalan sehingga pelakunya bisa ditangkap,” imbuhnya.

 

 

 

Diketahui, pembakaran lahan seperti ini sudah yang kedua kalinya, di mana pelaku sebelumnya ada empat orang. Tiga orang sudah ditahan, sementara satu orang lainnya belum diproses karena alasan kelainan fisik, dalam hal ini tunarungu.

“Yang sekarang ini belum ketangkap, tapi yang lalu sudah ketangkap, ada 4 pelaku, 3 orang sudah dipenjara, satunya belum bisa diproses karena dia tunarungu,” jelasnya lebih lanjut.

 Kata Sunaryo permasalahan ini sudah dilaporkan ke Gubernur dan Forkopinda karena stok gula di Pabrik Tolangohula menurun.

 

 

 

“Kalau orang – orang tidak sengaja itu tidak banyak, gak mungkin terbakar sendiri. Ini kita lihat ada sindikat sabotase, itu karena kami temukan obat nyamuk dan macis,” ungkap Suryanto saat diwawancarai awak media di Rumah Dinas Gubernur, Rabu (19/02/2020).

Untuk itu, Suryanto mengaku pihaknya sudah melaporkan kejadian pembakaran lahan tersebut ke pihak kepolisian, dan saat ini sudah dalam proses penyelidikan.

“Yah, kita sudah mengadukan ke Polres, kami meminta pengawalan sehingga pelakunya bisa ditangkap,” imbuhnya.

Diketahui, pembakaran lahan seperti ini sudah yang kedua kalinya, di mana pelaku sebelumnya ada empat orang. Tiga orang sudah ditahan, sementara satu orang lainnya belum diproses karena alasan kelainan fisik, dalam hal ini tunarungu.

“Yang sekarang ini belum ketangkap, tapi yang lalu sudah ketangkap, ada 4 pelaku, 3 orang sudah dipenjara, satunya belum bisa diproses karena dia tunarungu,” jelasnya lebih lanjut.

Berita Terpopuler

Berita Terfavorit

00:00:00 / 00:00:00