• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Hukum dan Kriminal

Kasus Asusila yang dilakukan Oknum Dosen IAIN Gorontalo masih menunggu hasil Psikiatrikum

19 January
08:44 2020
0 Votes (0)

KBRN Gorontalo: Polda Gorontalo melalui Subdit Renakta (Remaja,Anak dan Wanita) Dit Reskrim menyampaikan perkembangan kasus dugaan pencabulan Mahasiswi  yang dilakukan Oknum Dosen IAIN Sultan Amai Gorontalo.

AKBP Ramlah Polumoduyo selaku Kasubdit Perlindungan Perempuan dan Anak Dit Reskrim Polda Gorontalo melalui Ps Kasubbid Penmas Humas Polda Gorontalo AKP Karsum Ahmad menyampaikan terlapor saat ini sudah dilakukan tes pemeriksaan Psikiatrikum

“hal ini dilakukan untuk pemenuhan alat bukti,dan mendukung penyelidikan dan penyidikan, karena  Psikiatrik merupakan jenis visum yang dibuat untuk menerangkan status kejiwaan seseorang” Jelas  AKP Karsum,sabtu(18/1/2020)

Menurutnya,pemeriksaan ini penting untuk menentukan apakah  tersangka pelaku tindak pidana tersebut dapat mempertanggungjawabkan tindaknya  atau tidak, karena  seseorang terdakwa yang ternyata mempunyai kelainan kejiwaan baik karena pertumbuhannya maupun karena penyakit, di anggap tidak dapat bertanggung jawab atas perbuatannya sehingga tidak dapat di pidana.

  Kasubbid Penmas mengemukakan saat ini saksi yang diperiksa sudah 10 orang dan yang dimintakan pemeriksaan Psikiatrikum berjumlah 2 orang yakni terlapor dan pelapor,sedangkan 1 orang saksi yang juga mengalami kasus yang sama akan dilakukan pemeriksaan Psikiatrikum 

“kasus susila seperti pencabulan ini untuk mendapatkan saksi yang melihatnya sangat sulit,sehingga penyidik mengambil langkah untuk dilakukan pemeriksaan ke psikiater”  Ucapnya

  Ia menjelaskan saat ini pihak kepolisian masih menunggu hasil dari pemeriksaan terhadap pelapor,dan apabila hasilnya sudah di dapat akan dilakukan gelar perkara dan hasil gelar perkaranya nanti akan di sampaikan kembali.

“Kendala yang dihadapi penyidik yakni menunggu hasil pemeriksaan    Psikiatrikum karena untuk mendapatkan hasil yang maksimal dari pemeriksaan tersebut memerlukan tenggang waktu yang lama” Ungkapnya

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00