• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Inovasi Motor Ambulans Buatan Satgas Yonmek 643/Wns untuk Warga Perbatasan

24 November
16:09 2019
1 Votes (2)

KBRN, Entikong : Menjadi TNI yang bertugas di perbatasan negara harus terampil dan inovatif. Seperti Yonif Mekanis (Yonmek) 643/Wns yang berhasil menyulap motor dan besi-besi tua menjadi kendaraan pengangkut pasien.

Ide awal pembuatan kendaraan yang dinamai motor ambulans ini tercetus setelah melihat kesulitan warga Dusun Panga, Kecamatan Entikong, Kabupaten Sanggau membawa pasien ke Puskesmas. Melewati jembatan gantung sepanjang 100 meter, pasien yang akan ke Puskesmas harus ditandu karena mobil tidak bisa menjangkau dusun ini.

"Pembuatan motor ambulans ini inisiatif Danpos Panga, ide awalnya karena melihat kesulitan masyarakat ketika mau berobat. Motor ambulans ini dibuat sekitar tiga hari, dan hari ini kami serahkan ke masyarakat Panga," ucap Komandan Satgas Pamtas Yonif Mekanis 643/Wns, Letkol Inf. Dwi Agung Prihanto, Minggu (24/11/2019).

Ia mengatakan, tugas Yonmek 643/Wns diperbatasan salah satunya untuk mengurangi beban dan kesulitan masyarakat. Amanah tugas itu dijalankan sesuai kemampuan, diantaranya membuatkan kendaraan pengangkut pasien yang sulit menjangkau sentra layanan kesehatan karena infrastruktur yang terbatas.

"Kami disini untuk mengurangi kesulitan masyarakat sesuai kemampuan kami. Kalau ada yang sakit nanti bisa dibawa dengan kendaraan ini. Tapi mudah-mudahan warga disini sehat terus. Saya minta kendaraan ini dirawat dan dimanfaatkan sebaik mungkin untuk kebutuhan masyarakat," ujarnya.

Di bagian lain, Kepala Dusun Panga, Kosmas Acung mengungkapkan warganya memang kerap kesulitan menjangkau pusat layanan kesehatan. Persoalannya, yaitu letak Dusun Panga yang berada diseberang Sungai Sekayam. Sedangkan akses penghubung satu-satunya hanya jembatan gantung.

"Saya atas nama masyarakat Panga sangat berterimakasih kepada Satgas 643, banyak yang sudah diperbuat untuk kami disini. Kami akan gunakan dan rawat baik-baik motor ambulans ini," kata Acung.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview

Berita Terpopuler

Berita Terfavorit

00:00:00 / 00:00:00