• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Satgas Yonmek 643/Wns Rilis Kinerja, 102 Kasus Ilegal Diungkap

11 November
20:00 2019
0 Votes (0)

KBRN, Entikong : Yonif Mekanis (Yonmek) 643/Wns merilis kinerja selama melaksanakan tugas Pengamanan Perbatasan (Pamtas) darat Indonesia - Malaysia di sektor barat Provinsi Kalimantan Barat, Senin (11/11/2019).

Komandan Satgas Pamtas Yonmek 643/Wns, Letkol Inf. Dwi Agung Prihanto mengatakan selama masa penugasan lebih kurang sembilan bulan ada 102 kasus kriminal lintas negara dan perbatasan yang diungkap.

"Ilegal logging 2 kasus, ilegal trading 43 kasus, ilegal minning 1 kasus, ilegal entry 12 kasus, illegal satwa 4 kasus, 6 kasus narkoba, 34 kasus senpi dan muhandak," kata Letkol Inf. Dwi Agung Prihanto.

Dikatakan, kasus-kasus itu terjadi di sepanjang garis perbatasan Kabupaten Sanggau, Bengkayang dan Sambas dengan luar negeri yang menjadi daerah tanggung jawab pengamanan Yonmek 643/Wns sejak Maret sampai November 2019 ini.

Menurutnya, terhadap barang bukti kasus yang berhasil diamankan dilimpahkan ke institusi terkait seperti Bea Cukai, Stasiun Karantina Pertanian Entikong, BKIPM Entikong dan Kepolisian. "Khusus senpi dan muhandak dilimpahkan ke Korem 121/Abw untuk selanjutnya dilakukan pemusnahan," imbuhnya.

Dwi Agung menyampaikan, selain pengungkapan kasus ilegal adapula pembinaan teritorial kepada masyarakat di sekitar Pos Satgas Pamtas yang tersebar disepanjang 359 kilometer. Pembinaan teritorial ini, lanjut dia, diimplementasikan dalam kegiatan karya bakti pembangunan fasilitas umum maupun bakti sosial.

"Selama 9 bulan Satgas Pamtas Yonif Mekanis 643/Wns telah memberikan pelayanan pengobatan kepada 6.727 masyarakat, dan khitan 929 anak," bebernya.

Ia menambahkan, Yonmek 643/Wns di perbatasan juga mendukung pembangunan sumber daya manusia dengan menjadi tenaga pendidik di sekolah-sekolah perbatasan hingga mendirikan PAUD. "Kami ditugaskan kesini bukan hanya untuk mengamankan, tapi juga menjadi bagian solusi untuk mengurangi kesulitan masyarakat," pungkasnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview

Berita Terpopuler

Berita Terfavorit

00:00:00 / 00:00:00