• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Jaringan SUTT di Sanggau Ditargetkan Selesai Desember

6 November
14:44 2019
0 Votes (0)

KBRN, Sanggau : Pemerintah Kabupaten Sanggau berencana menjadikan Desa Sungai Batu di Kecamatan Kapuas sebagai kawasan industri. Keberadaan gardu induk dan jaringan transmisi Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) di Kabupaten Sanggau bisa memuluskan rencana itu.

“Kami berencana untuk menjadikan wilayah Sungai Batu sebagai area industri. Sehingga ketersediaan listrik menjadi poin penting untuk menarik investor. Kami siap membantu PLN apabila terdapat kendala pembangunan jaringan transmisi SUTT," kata Bupati Sanggau Paolus Hadi saat menerima kunjungan General Manager PLN UIP Kalbagbar, Rabu (6/11/2019).

Pembangunan gardu induk dan jalur transmisi SUTT yang berlokasi di Tayan tersebut ditargetkan selesai Desember ini. Dengan selesainya jalur transmisi itu, setidaknya satu sistem kelistrikan dapat beroperasi.

“Kami juga berharap terhubungnya transmisi ini ke Sistem Kelistrikan Khatulistiwa dapat membuat desa-desa yang belum teraliri listrik bisa menikmati layanan elektrifikasi segera dan menjadikan Sanggau terang dalam lima tahun ke depan,” harap Bupati.

Sementara itu, General Manager PLN UIP Kalbagbar, Rachmad Lubis menyampaikan gardu induk berkapasitas 60 MVA dan jaringan transmisi 150 KV tersebut terhubung langsung ke Sistem Kelistrikan Khatulistiwa.

"Dengan terhubungnya transmisi ke dalam sistem, nantinya pembangkit-pembangkit listrik berbahan diesel di Sanggau langsung terhubung dengan sistem besarnya di Pontianak. Sehingga biaya produksi listrik lebih efisien dan distribusi listrik menjadi lebih andal,” ujar Rachmad.

Menurutnya, jalur transmisi yang membentang di tiga kabupaten Sanggau, Sekadau, Sintang sepanjang 146,4 kilometer menjadi salah satu prioritas pembangunan ketenaga-listrikan di bagian utara Kalimantan Barat. "Total terdapat 235 tapak tower yang dibangun melintasi 19 desa dan enam kecamatan," sebut Rachmad.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview

Berita Terpopuler

Berita Terfavorit

00:00:00 / 00:00:00