• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ekonomi & Pariwisata

Ekonomi Lesu Akibat Virus Corona, Pemerintah Genjot Dana Desa

25 February
21:50 2020
0 Votes (0)

KBRN,Denpasar: Rapat Kerja Percepatan Penyaluran dan Pengelolaan Dana Desa dibuka secara resmi oleh Dirjen Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri Akmal Malik di Denpasar, Selasa (25/2/2020). Rapat dihadiri Bupati/Walikota , Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Kabupaten/Kota dan seluruh kepala desa se-Bali.

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dalam sambutannya dibacakan Akmal Malik mengatakan, rapat ini bertujuan mengoptimalkan sinergitas kementerian Dalam Negeri guna meningkatkan ketahanan ekonomi.

Akmal Malik seusai membuka rapat tersebut kepada wartawan mengatakan, kegiatan ini juga untuk mempercepat agar kegiatan-kegiatan rutin didesa dapat berjalan dengan baik. Ia memahami kondisi perekonomian dunia saat ini yang sedang mengalami penurunan akibat dari wabah virus Corona di Cina.

" Untuk itu Pemerintah Pusat ,Menteri dan Presiden mencoba mengantisipasi pelambatan ekonomi ini dengan mendorong pertumbuhan ekonomi didesa yang distimulan oleh dana desa," ucapnya. 

Akmal Malik berharap dana desa ini cepat bisa dilaksanakan dan padat karya melibatkan semua pihak sehingga menjadi imunitas ekonomi masyarakat untuk mengantisipasi berbagai persoalan ekonomi yang kemungkinan akan melambat kedepan.

Sementara Gubernur Bali Wayan Koster dalam sambutannya dibacakan Asisten III Setda Propinsi Bali I Wayan Suarjana menyampaikan dana desa berdampak positif untuk menekan angka kemiskinan di Bali.

“ Dana desa ini berpengaruh sangat positif dan berpengaruh signifikan terhadap perkembangan status desa di Propinsi Bali. Tahun 2016 di Bali masih terdapat 4 desa sangat tertinggal, 78 desa  tertinggal, 279 desa berkembang , 248 desa maju dan 27 desa mandiri,” ujarnya.

Namun sejak tahun 2018 menurut Suarjana  di Bali tidak ada lagi desa dengan status sangat tertinggal maupun tertinggal. Lanjut pada tahun 2019 perkembangan status desa di Bali yaitu desa berkembang turun menjadi 124 , desa maju meningkat menjadi 270 dan desa mandiri menjadi 142 desa.

Sementara Kadis Pemberdayaan Masyarakat Desa  Propinsi Bali Putu Anom Agustina mengatakan, Propinsi Bali tahun ini menerima alokasi dana desa 657 milyar lebih meningkat dari tahun sebelumnya hanya 630 Milyar lebih. 

“Kalau dihitung dari jumlah desa 636 desa ini bisa dikatakan rata-rata satu desa mengelola dana desa sebesar 1 M kurang lebih," ucapnya.

Anom Agustina mengatakan , sampai saat ini baru dua kabupaten yaitu kabupaten Gianyar dan Bangli yang sudah menerima transferan dana desa. Sedangkan kabupaten lainnya belum bisa mencairkan karena terkendala peraturan baru Kementerian Keuangan. Ia berharap kabupaten yang belum menerima ini bisa menerima akhir Pebruari 2020. 

  • Tentang Penulis

    Ni Nyoman Kasih

    Isi Kontak Person Anda disini <strong>email, FB, Twitter</strong>, dll<br /><br />

  • Tentang Editor

    Ni Nyoman Kasih

    Isi Kontak Person Anda disini <strong>email, FB, Twitter</strong>, dll<br /><br />

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
LIVE
Radio Picture RRI Denpasar
00:00:00 / 00:00:00