• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ekonomi & Pariwisata

Galungan dan Kuningan tak Selalu Picu Inflasi

12 February
19:18 2020

KBRN, Denpasar : Umat Hindu di Bali akan merayakan tiga hari besar keagamaan dalam waktu dekat. Ketiga hari raya tersebut meliputi Galungan (19 Februari 2020), Kuningan (29 Februari 2020), dan Tahun Baru Caka/Nyepi (25 Maret 2020). 

Belajar dari pengalaman dan mengacu pada teori, hari besar keagamaan biasanya memicu angka inflasi disuatu daerah. Hal itu karena tingginya permintaan yang tidak diimbangi pasokan. Kondisi tersebut membuat harga sejumlah barang dan jasa merangkak naik. 

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali, Adi Nugroho mengakui, hari raya mendorong peningkatan konsumsi dibandingkan biasanya. Peningkatan permintaan itu secara konsep menurutnya bisa diikuti dengan naiknya harga. 

Secara umum di Bali, Galungan dan Kuningan disebut tidak serta merta mendorong inflasi. Seperti contoh pada Galungan dan Kuningan dibulan Mei 2018 yang justru memicu deflasi. 

"Pernah dibulan Desember 2018, inflasinya naik dari 0,34 pada bulan November 2018, menjadi 0,77 bulan Desember 2018, yang ketika itu juga bersamaan dengan hari raya Galungan. Tetapi pada kesempatan lain, ketika ada hari raya Galungan pada Mei 2018, inflasinya malah minus atau deflasi," katanya kepada RRI di Denpasar, Rabu (12/2/2020). 

"Dan beberapa tahun kebelakang, kami lebih condong menyimpulkan bahwa hari Raya Galungan tidak menjadi hari yang mendorong inflasi. Apa yang kami dapati dibulan Desember, kami menduga lebih disebabkan oleh Natal dan Tahun Baru yang menyebabkan inflasinya naik," sambungnya. 

Namun untuk tahun ini, ia tak memungkiri beberapa kejadian dapat menyebabkan ketidakseimbangan antara permintaan dan pasokan. Semisal wabah coronavirus yang berakibat pada tersendatnya sirkulasi produk impor asal Tiongkok masuk Indonesia. Belum lagi isu Africa Swine Fever (ASF) yang menimbulkan kurangnya pasokan daging babi. 

"Nah apakah itu bisa menjadi hal yang ikut mendorong inflasi. Bisa iya, bisa tidak. Bisa iyanya adalah, katakan kita melihat babi saja dulu, kalau kematian babi sedemikian rupa sehingga menyebabkan suplay babi di pasar berkurang. Sementara menghadapi hari raya Galungan yang kita duga permintaan akan meningkat, maka kesenjangan antara keduanya akan melebar. Dan melebarnya kesenjangan antara permintaan dan penawaran, secara teori akan diikuti dengan peningkatan harga," pungkas Adi Nugroho. 





LIVE
Radio Picture RRI Denpasar
00:00:00 / 00:00:00