• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ekonomi & Pariwisata

Ekspor Ribuan Ton Manggis Ke Cina, Untab Kunjungi PT. Radja Manggis Sejati

19 January
17:28 2020
0 Votes (0)

KBRN, Tabanan: Bali memiliki peluang besar untuk ekspor buah ke Cina khususnya buah manggis. Tahun 2020 ini Bali memiliki kuota ekspor manggis ke Cina mencapai 9000 ton.

Hal itu terungkap ketika Fakultas Ekonomi dan Bisnis bersama Fakultas Sain dan Teknologi Universitas Tabanan (Untab) melakukan pengabdian masyarakat “Budidaya Manggis, Manajerial dan Peluang Eksport" ke perusahaan PT Radja Manggis Sejati di Desa Padangan, Kecamatan Pupuan Kabupaten Tabanan, Minggu (19/1/2020).

Rektor Untab Ir. Gde Made Rusdianta,M.Agb disela-sela kegiatan mengatakan, pengabdian masyarakat ini sebagai salah satu bagian dari Tri Darma Perguruan Tinggi yang wajib dilaksanakan oleh semua civitas akademika.

Rusdianta mengatakan, kedepannya semakin banyak pengabdian masyarakat yang dilaksanakan oleh Untab agar keberadaan Untab semakin dirasakan masyarakat Tabanan khususnya dan Bali umumnya.

" Kedepan kita akan semakin banyak melaksanakan pengabdian masyarakat, tidak saja melibatkan dosen tetapi semua civitas akademika. Saya berharap pengabdian ini dilaksanakan dengan sungguh-sungguh sehingga betul-betul dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," ucapnya.

Dalam pengabdian masyarakat kali ini Untab juga menggandeng STIE Sahid Bali dipimpin Wakil Ketuanya Wayan Astawa, SE.,MM. Senada dengan Rektor Untab Astawa mengatakan, dengan turun langsung ke masyarakat maka dapat mengetahui kebutuhan masyarakat dan mendekatkan lembaga pendidikan dengan masyarakat.

Sementara pemilik PT Radja Manggis Sejati Jero Gst Putu Tessan yang 30 tahun bergelut dibidang ekspor manggis kepada RRI menjelaskan, per hari ekspor manggis ke Cina bisa mencapai 6  ton bahkan jika berada pada puncak musim manggis ekspor bisa mencapai 150 ton perhari.

" Sebelum diekspor, manggis yang berasal dari seluruh Bali bahkan sebagian dari luar Bali disortir terlebih dahulu agar memenuhi standar Negara cina. Karena negara Cina sangat ketat dengan kesehatan pangannya. Manggis Bali sangat dikenal dinegeri Cina sehingga banyak manggis luar Bali yang memakai label Bali," ucapnya.

Gusti Putu Tessan yang juga Ketua Asosiasi Manggis Indonesia mengatakan, dari jumlah manggis yang diekspor ke Cina 70 persennya merupakan produk local Bali. Menurutnya Bali memiliki peluang  besar eksport buah ke cina karena sebagai daerah pariwisata dunia Bali banyak dikunjungi wisatawan Cina. Karena itu sesungguhnya ekspor Bali sangat tergantung pada pariwisata.

Turut serta dalam kegiatan tersebut  Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Dr.I Wayan Terimajaya, MM.,MH dan Dekan Fakultas Sain dan Teknologi Ir.I Wayan Sukasana., MP  beserta para Dosen dikedua Fakultas tersebut.

  • Tentang Penulis

    Ni Nyoman Kasih

    Isi Kontak Person Anda disini <strong>email, FB, Twitter</strong>, dll<br /><br />

  • Tentang Editor

    Ni Nyoman Kasih

    Isi Kontak Person Anda disini <strong>email, FB, Twitter</strong>, dll<br /><br />

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
LIVE
Radio Picture RRI Denpasar
00:00:00 / 00:00:00