• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Masyarakat Diminta Mewaspadai Penyakit Yang Muncul Saat Musim Hujan

9 December
14:14 2019
0 Votes (0)

KBRN,Denpasar: Musim hujan cenderung diikuti dengan munculnya berbagai macam penyakit yang menyerang masyarakat. Beberapa jenis penyakit yang muncul saat musim hujan diantaranya Demam Berdarah, Diare, Batuk Pilek, Tipes dan virus lainnya yang terjadi akibat perubahan cuaca dari panas tiba-tiba hujan.

Hal itu disampaikan Kepala Puskesmas Kuta Utara Kabupaten Badung dr. Ni Putu Purlimaningsih, S.Ked.,M.Kes kepada RRI di Badung, Senin (9/12/2019).

Ia  mengatakan, untuk mengantisipasi penyakit-penyakit tersebut maka  masyarakat wajib melakukan PSN3M Plus yaitu sebuah gerakan pemberantasan sarang nyamuk dengan melakukan 3M Plus. 3M Plus terdiri dari menguras/membersihkan tempat yang sering dijadikan tempat penampungan air seperti bak mandi, ember air, tempat penampungan air minum, penampung air lemari es dan lain-lain, kemudian menutup rapat tempat-tempat penampungan air seperti drum, kendi, toren air, dan lain sebagainya, serta memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang bekas yang memiliki potensi untuk jadi tempat perkembangbiakan nyamuk yang menularkan demam berdarah.

Sementara Plus-nya yaitu  kegiatan pencegahan DBD lainnya, diantaranya menaburkan bubuk larvasida (lebih dikenal dengan bubuk abate) pada tempat penampungan air yang sulit dibersihkan, menggunakan obat nyamuk atau anti nyamuk, dan menggunakan kelambu saat tidur. Ditambahkan, untuk mencegah penyakit tipes, diare dan lainnya dapat dilakukan dengan menjaga pola makan dan Perilaku Hidup Bersih dan sehat atau PHBS, salah satunya dengan mencuci tangan yang baik dan benar.

“ Dengan perubahan suhu yang tiba-tiba, otomatis perlindungan diri baik dengan masker, untuk mencegah virus-virus yang lainnya. Biasanya musim begini sudah mulai muncul penyakit tipes, virus cacar, campak sudah mulai muncul lagi, ujarnya.

dr. Purlima mengatakan, sebagai Fasilitas Kesehatan Pemerintah pihaknya selalu memberikan perubahan konsep pemikiran masyarakat melalui penyuluhan, dan konseling. Misalnya untuk mencegah DBD maka masyarakat bisa menjadi Jumantik dirumahnya sendiri tidak hanya mengandalkan tenaga dari Puskesmas. Dikatakan, Puskesmas Kuta Utara memiliki sekitar 150 orang Jumantik.  

  • Tentang Penulis

    Ni Nyoman Kasih

    Isi Kontak Person Anda disini <strong>email, FB, Twitter</strong>, dll<br /><br />

  • Tentang Editor

    Ni Nyoman Kasih

    Isi Kontak Person Anda disini <strong>email, FB, Twitter</strong>, dll<br /><br />

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
LIVE
Radio Picture RRI Denpasar
00:00:00 / 00:00:00