• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ekonomi & Pariwisata

Polda Bali Apresiasi Lahirnya Kode Etik industri Dari Upaya Penyalahgunaan Produk Narkotika

8 December
15:15 2019
0 Votes (0)

KBRN, Denpasar : Aryo Andrianto Ketua Asosiasi Personalized Vaporizer Indonesia (APVI) mengatakan, Sejak pertama kali vape hadir di Indonesia, vape produk alternatif pengganti tembakau yang hanya dikhususkan untuk mereka yang berusia 18 tahun ke atas. 

“Semangat dan integritas ini tidaklah luntur dan pada akhirnya kami tuangkan ke dalam sebuah kode etik yang akan kami jaga” ujarnya usai menandatangani kode etik industri vape di Bali, pada acara Bali Vape Culture, tanggal 7-8 Desember 2019.

Aryo menambahkan, Produk ini tidak bebas risiko. Pilihan terbaik adalah berhenti merokok, namun produk-produk ini dapat memberikan alternatif dengan resiko lebih rendah kepada perokok dewasa.

“Produk ini tidak bebas risiko. Pilihan terbaik adalah berhenti merokok, namun produk-produk ini dapat memberikan alternatif dengan resiko lebih rendah kepada perokok dewasa,” ujar Aryo.

Senada dengan Aryo, Johan Sumantri Ketua Asosiasi Vapers Indonesia (AVI) menyampaikan bahwa selama ini terjadi banyak salah kaprah dalam pemahaman soal produk vape ini dan mengakibatkan informasi yang simpang-siur di masyarakat. “Kami percaya bahwa masyarakat punya hak asasi untuk mendapatkan informasi yang benar dan berimbang supaya mereka bisa memutuskan apa yang baik untuk mereka, jangan ditakut-takuti,” kata Johan.

 Ia menambahkan bahwa masyarakat perlu mengetahui bahwa garis merah yang menyebabkan krisis kesehatan vaping di Amerika bukanlah disebabkan oleh vaping itu sendiri, melainkan disebabkan penyalahgunaan vaping dan pemakaian narkoba dalam bentuk THC ilegal dan semua kasus konsisten mengandung Vitamin E acetat yang sangat berbahaya bagi tubuh apabila komponen ini dihirup. “Ini bahkan sudah resmi diumumkan oleh Centres for Disease Control & Prevention (CDC) Amerika. Kata kunci yang harus dilihat disini adalah peredaran produk ilegal. Krisis yang terjadi di Amerika terjadi karena produk ilegal THC,” ujar Johan.

Lebih lanjut, keempat asosiasi yang tergabung dalam Paguyuban Asosiasi Vape Nasional ini menyampaikan bahwa  semua pihak, mulai dari pabrikan, penjual, konsumen, hingga pemerintah punya andil penting untuk memastikan produk-produk ini tidak disalahgunakan dan juga dikonsumsi oleh para perokok dewasa yang ingin mendapatkan alternatif.

 “Kita tidak bisa tinggal diam. Paling tidak kami dari industri sudah harus proaktif untuk memastikan produk vape ini digunakan sebagaimana sesuai dengan peruntukannya untuk membantu perokok dewasa beralih ke produk yang lebih rendah resiko,” ujar Gede Maha Ketua Asosiasi Vaporizer Bali (AVB) yang juga menjadi tuan rumah Bali Vape Culture 2019 ini.

Kombes.Pol Ida Bagus Komang Ardika S.H. - Direktur Narkoba Polda Bali, juga memberikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada Paguyuban Asosiasi Vape Nasional atas penandatanganan kode etik ini,

“Upaya untuk self-regulatory seperti ini sangat kami apresiasi. Apalagi, para pelaku industri Vape telah berkomitmen untuk menjaga industri dari penyalahgunaan produk Narkotika dan Obat-Obatan terlarang lainnya. Kami berharap dengan komitmen yang kuat dari para pelaku ini juga akan membawa dampak positif pada pemberantasan narkoba di tanah air.” Pungkasnya (BCS)

.”  Berikut adalah poin-poin kode etik industri Vape demi industri yang bertanggung jawab dan berintegritas:

  1. Vape tidak boleh digunakan/dijual/diberikan kepada orang yang berusia dibawah 18 Tahun, ibu hamil dan yang sedang menyusui.
  2. Vape tidak sepenuhnya aman, oleh karena itu hanya digunakan untuk berhenti kebiasaan yang lebih merugikan kesehatan.
  3. Menjamin kebenaran informasi yang tersaji dalam label dan kemasan terutama mengenai kandungan dan bahan-bahan lainnya.
  4. Membantu menjaga industri dari penyalahgunaan produk Narkotika dan Obat-Obatan terlarang lainnya.
  5. Tidak melakukan kegiatan promosi yang ditujukan atau menyasar konsumen berusia 18 tahun ke bawah
  6. Mencegah upaya timbulnya perokok atau pengguna vape baru dengan tidak menawarkan kepada yang bukan perokok

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
LIVE
Radio Picture RRI Denpasar
00:00:00 / 00:00:00