• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Hukum & Kriminal

Sidang Bos Hotel Kuta Paradiso, Pembacaan Eksepsi

19 November
20:45 2019
1 Votes (5)

KBRN, Denpasar : Sidang kasus dugaan pemberian keterangan palsu dalam akta otentik dengan terdakwa Harijanto Karjadi, owner dan Direktur PT Geria Wijaya Prestige/GWP (Hotel Kuta Paradiso) kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Selasa (19/11/2019). 

Sidang kedua ini, dengan agenda pembacaan eksepsi oleh kuasa hukum terdakwa, Petrus Bala Pattyona, Berman Sitompul, Benyamin Seran, Alfred Simanjuntak dan Dessy Widyawati. Eksepsi setebal 57 halaman itu dibaca secara bergantian.

Dalam eksepsinya, tim kuasa hukum memaparkan bahwa dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang dibacakan pekan lalu kurang lengkap, dan menuding pihak Tomy Winata selaku pelapor tidak memiliki kepentingan hukum (legal standing) terkait penjualan saham dari Hartono Karjadi kepada Sri Karjadi.

Padahal dalam sidang sebelumnya, JPU yang dikoordinir I Ketut Sujaya mendakwa Harijanto Karjadi selaku Direktur PT GWP turut terlibat dan menyetujui pemberian keterangan palsu dalam akta otentik gadai saham sehubungan peristiwa pengalihan saham dari Hartono Karjadi kepada Sri Karjadi dalam RUPS tanggal 14 November 2011. Akibat peristiwa tersebut, Tomy Winata selaku pelapor, merasa dirugikan lebih dari $20 juta. 

Tomy Winata melalui kuasa hukumnya, Desrizal, pada 27 Februari 2018 melaporkan Hartono Karjadi dan Harijanto Karjadi ke Ditreskrimsus Polda Bali. Pelaporan itu terkait dugaan pidana memberikan keterangan palsu dalam akta otentik gadai saham, dan penggelapan. 

Tomy Winata membuat laporan pasca membeli dan menerima pengalihan hak tagih piutang PT GWP dari Bank China Construction Bank Indonesia pada 12 Februari 2018. Setelah melakukan penyelidikan, penyidik kemudian menetapkan Harijanto Karyadi dan adiknya Hartono Karyadi menjadi tersangka. 

Namun kedua kakak - beradik itu melakukan perlawanan dengan menempuh prapradilan atas penetapan diri mereka sebagai tersangka. Hanya saja putusan majelis hakim Pengadilan Negeri di Jakarta pada Maret 2018 lalu mengalahkan dua bersaudara itu. Sehingga penetapan tersangka oleh penyidik Dit Reskrimsus Polda Bali adalah sah. 

Pasca putusan dari Pengadilan Negeri tersebut, keduanya kabur ke luar negeri dengan alasan berobat. Namun pada awal Agustus, Harijanto Karyadi berhasil dibekuk Interpol di Malaysia saat hendak kabur ke Hongkong. Sementara Hartono Karyadi telah berhasil kabur ke Hongkong.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
LIVE
Radio Picture RRI Denpasar
00:00:00 / 00:00:00