• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Anggaran BPNT Meningkat, Kemensos Cari Alternatif Beras dan Telur

15 November
18:23 2019
1 Votes (5)

KBRN, Kuta : Berbagai hal dilakukan Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI) dalam mengurangi angka kemiskinan di Tanah Air.

 

Menteri Sosial, Juliari Peter Batubara menyampaikan, Presiden, Joko Widodo sudah memerintahkan kementeriannya untuk menjalankan program pengentasan kemiskinan secara lebih baik, sempurna dan tepat sasaran.

 

Tujuannya tentu untuk memangkas jumlah masyarakat miskin yang kini berada diangka 9,4%. Harapannya dengan sejumlah canangan seperti bantuan pangan non tunai (BPNT), dan program keluarga harapan (PKH), Kementerian Sosial dapat mendukung Indonesia sebagai negara berpendapatan tinggi pada tahun 2045.

 

"Ya kita menjalankan program-program yang kita yakinkan sekarang sudah berjalan dengan baik, ada program keluarga harapan (PKH), yang kita harapkan ini tidak hanya program yang sekadar membagi-bagi bansos (bantuan sosial), tetapi juga ada nilai pendampingannya, agar keluarga-keluarga penerima program ini juga bisa naik kelas dan keluar dari kemiskinan," katanya usai menghadiri Evaluasi Pelaksanaan Bantuan Sosial, di Kuta, Jumat (15/11/2019).

 

Jualiari menyebut, hasil evaluasi menunjukkan seluruh program Kementerian Sosial selama ini sudah berjalan optimal. Hanya saja diperlukan kebersinambungan, agar program itu dapat mendukung seluruh sasaran pemerintah.

 

"Kemudian yang cash transfer, conditional cash transfer seperti BPNT yang selama ini sudah berjalan dan kita evaluasi, sudah cukup baik, kita teruskan dan itu perintah dari Presiden agar meneruskan program-program tersebut," ujar pria kelahiran Jakarta, 22 Juli 1972 tersebut.

 

"Yang dievaluasi bantuan pangan non tunai, dan juga beberapa program lainnya seperti PKH, pembangunan rumah tidak layak huni, dan juga ada perbaikan sarana informasi. Tetapi lebih utama yang evaluasi di Ditjen Penanganan Fakir Miskin ini adalah pelaksanaan program bantuan pangan non tunai," lanjut mantan Anggota DPR RI itu.

 

Berbicara bantuan pangan non tunai, Juliari menyampaikan, akan dilakukan peningkatan besaran BPNT di tahun 2020. Rencananya masing-masing penerima manfaat akan mendapatkan BPNT sebesar Rp150.000 per bulan. Angka itu naik Rp40.000 dari semula Rp110.000.

 

Sedangkan untuk penerima manfaat menurutnya tidak terjadi perubahan, yaitu 15,6 juta keluarga berhak atas bantuan pangan non tunai. Hanya saja karena besarannya meningkat, Kementerian Sosial akan melakukan komunikasi dengan Kementerian Kesehatan, perihal alternatif pangan selain beras dan telur.

 

"Nanti kita tinggal lihat. Kita juga meminta masukan dari Kementerian Kesehatan yang benar-benar nilai gizinya baik, ketersediaannya merata. Saya juga meminta agar kandungan impornya rendah. Sehingga benar-benar ini adalah bahan makanan yang sebagian besar sudah disediakan oleh kita sendiri," tandas Menteri Sosial.

 

 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
LIVE
Radio Picture RRI Denpasar
00:00:00 / 00:00:00