• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Munas XIII Kagama, Jokowi Singgung Bonus Demografi dan Perang Dagang

15 November
18:20 2019
0 Votes (0)

KBRN, Sanur : Presiden Joko Widodo yang diwakili Menteri Perhubungan Republik Indonesia Budi Karya Sumadi membuka Musyawarah Nasional (Munas) XIII Keluarga Almumni Universitas Gadjah Mada (Kagama), di Sanur, Jumat (15/11/2019).

Kepala Negara dalam sambutannya berharap Munas XIII Kagama menghasilkan gagasan dan pemikiran untuk kemajuan Indonesia.

"Saya ingatkan kita semua, bahwa Indonesia adalah negara besar yang juga memiliki tantangan-tantangan besar. Kita adalah negara yang berpenduduk terbesar keempat di dunia dengan 260 juta penduduk yang tersebar dalam rentang geografis yang luas," ungkap Presiden Joko Widodo dalam sambutan yang dibacakan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

Presiden Jokowi mengatakan, Indonesia saat ini juga tengah bersiap menghadapi bonus demografi. Bonus demografi disebut bisa menjadi peluang sekaligus bencana bagi Indonesia.

"Saat ini kita hidup dalam lingkungan global yang sangat dinamis. Situasi dunia yang tidak pasti, bahkan menurut perkiraan dari lembaga internasional, tahun depan akan menuju situasi yang lebih sulit. Bahkan sudah ada negara yang terkena resesi. Belum lagi revolusi industri 4.0 yang penuh kejutan, mengalami distrupsi yang sering jauh dari hitungan kita," ujarnya.

"Persaingan negara juga semakin sengit. Dan perang dagang semakin memanas, antara negara berebut investasi, berebut teknologi, berebut pasar, bahkan berebut talenta-talenta hebat. Berbagai tantangan besar yang kita hadapi, kita memerlukan langkah kita untuk bergerak, tidak boleh menyurutkan langkah untuk menuju Indonesia maju," sambungnya.

Kepala Negara lebih lanjut menyampaikan, Indonesia di tahun 2045 tidak ingin menjadi negara berkembang. Menurutnya, Indonesia harus menjadi negara maju dan masuk lima besar ekonomi dunia dengan angka kemiskinan mendekati 0%.

"Itu target yang ingin kita kejar. Namun saya ingin tekankan kepada kecepatan kita mewujudkan visi Indonesia sebagai Indonesia maju, kita tidak hanya ditentukan oleh Presiden dan para Menteri, tetapi merupakan gerak langkah kita semua, gerak langkah seluruh anak bangsa termasuk Kagama," tegasnya.

Ketua Umum PP Kagama, Ganjar Pranowo mengaku, munas kali ini juga membahas soal berbagai tantangan yang dihadapi Indonesia. Sejalan dengan program Presiden, Joko Widodo, Kagama disebut konsern pada upaya pembangunan sumber daya manusia, energi baru terbarukan, lingkungan hidup, dan kebencanaan.

"Tentu saja nanti hasil-hasil inilah yang perlu ide-ide kreatif baru yang mesti dimunculkan. Dan Bapak Presiden titip juga, Perguruan Tinggi kita pikirin dong ekonomi kreatif kedepan," ucapnya.

Sebelumnya Sekretaris Jenderal PP Kagama, Anak Agung Gede Ngurah Ari Dwipayana menyampaikan, Munas kali ini akan merumuskan rekomendasi untuk pemerintah. Rekomendasi itu merupakan elaborasi gagasan dan ide soal reformasi pendidikan, ketenagakerjaan, kesehatan, dan kewirausahaan. Seluruhnya itu nanti akan dirangkum kedalam peta jalan (roadmap) pembangunan sumber daya manusia Indonesia.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
LIVE
Radio Picture RRI Denpasar
00:00:00 / 00:00:00