• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Kagama: Kita Tidak Ingin Indonesia Jalan di Tempat

14 November
15:29 2019
1 Votes (5)

KBRN, Sanur : Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama) menggelar Musyawarah Nasional (Munas) XIII selama 4 hari (14 - 17 November 2019) di Sanur. Pada agenda lima tahunan ini, Kagama juga menyelenggarakan seminar bertajuk "Kesiapan SDM Indonesia Menghadapi Revolusi Industri 4.0".

 

Hadir sebagai pembicara Rektor UGM Prof. Panut Mulyono, Ekonom Faisal Basri, Rektor Unud Prof. Anak Agung Raka Sudewi, Ekonom CORE Indonesia Hendri Suparini, dan CEO Ruangguru Adamas Belva Syah Devara.

 

Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Kagama, Anak Agung Gede Ngurah Ari Dwipayana menjelaskan, seminar ini merupakan putaran kelima yang diadakan pra-Munas XIII. Seminar pra-Munas sebelumnya telah dilaksanakan di Medan, Balikpapan, Semarang, dan Manado.

 

"Yang pertama di Semarang yang khusus untuk membicarakan soal reformasi pendidikan kita. Kalau kita ingin membangun manusia ya harus mulai dengan reformasi pendidikan. Yang kedua seminar di Balikpapan. Kita mengangkat tema reformasi dalam sektor ketenagakerjaan. Karena kita tahu bahwa kita akan berhadapan dengan bonus demografi, dan ketika kita berhadapan dengan bonus demografi, maka kita dituntut untuk mempunyai dan menyiapkan angkatan kerja yang produktif yang bisa menghadapi kecenderungan kedepan," ungkapnya kepada wartawan di arena Munas XIII Kagama, di Inna Grand Bali Beach, Sanur, Kamis (14/11/2019).

 

"Yang ketiga kita memberikan seminar di Manado, secara khusus kita mengangkat tema tentang reformasi kesehatan. Mengapa kita mulai dengan kesehatan? Karena kita tidak bisa menjadi negara maju, kita tidak punya manusia unggul kalau kita mempunyai masalah yang serius dalam kesehatan. Nah yang terakhir kita di Medan, mendiskusikan suatu topik yang juga sangat penting saat ini soal entrepreneurship. Jadi kita tidak hanya membutuhkan lapangan pekerjaan, terbukanya lapanya pekerjaan, tetapi juga mendorong penciptaan lapangan pekerjaan," sambungnya.

 

Ari Dwipayana menyampaikan, Munas XIII bertemakan "Kagama Bersinergi Untuk Indonesia Maju" juga bentuk respon dari berbagai tantangan yang dihadapi bangsa Indonesia.

 

"Kita berhadapan dengan tantangan yang sangat besar sebagai sebuah negara yang besar. Saya kira semua diantara kita menginginkan Indonesia tidak jalan di tempat atau mundur ke belakang, tetapi ingin maju, sejajar dengan bangsa-bangsa lain di dunia," katanya

 

Ari menyebut, Indonesia memiliki modal untuk mewujudkan sebagai negara besar. Modal yang tidak banyak disadari tersebut yaitu kekuatan sumber daya manusia (SDM).

 

Potensi itu selama ini dianggap tidak tersentuh, lantaran terlenanya seluruh elemen bangsa ini pada kekayaan sumber daya alam. Padahal nyatanya, sumber daya alam bersifat terbatas.

 

"Itulah sebabnya kenapa Kagama dalam Munas kali ini, dan juga serangkaian kegiatan sebelum Munas mengambil topik penguatan sumber daya manusia atau penyiapan sumber daya manusia untuk menyongsong revolusi 4.0," ujarnya.

 

"Karena ini kita sadar, disitu letak kekuatan kita dan juga sekaligus mungkin kelemahan kita sebagai bangsa. Dari tema besar itu, penguatan sumber daya manusia, maka kita mengadakan empat seminar di empat daerah, empat pulau," sambungnya.

 

Khusus seminar pra-Munas XIII, Kagama dikatakan Ari membahas tentang peta jalan pembangunan sumber daya manusia. Pembahasan itu diharapkan membuahkan hasil berupa rekomendasi roadmap pembangunan sumber daya manusia Indonesia.

 

"Dan seluruh peta jalan yang kita rumuskan yang nanti akan menjadi rekomendasi Munas itu berasal dari seminar-seminar yang sudah kita lakukan di empat kota itu. Jadi kita akan bicara soal kesehatan, pendidikan, bicara soal tenaga kerja, bicara soal entrepreneurship," tandas Ari.

 

 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
LIVE
Radio Picture RRI Denpasar
00:00:00 / 00:00:00