• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Kagama Membawa Nilai Kerukunan dalam Munas XIII di Bali

14 November
07:12 2019
1 Votes (5)

KBRN, Sanur : Berbagai persiapan telah dilakukan menjelang Musyawarah Nasional (Munas) XIII Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama). 

Ketua seksi acara Munas sekaligus anggota Kagama Bali, Dedi Kusuma mengatakan, pihaknya menyiapkan sejumlah hal, khususnya untuk seminar yang akan dilaksanakan di Inna Grand Bali Beach, Sanur, Kamis (14/11/2019). Ia menjelaskan, Kagama dalam Munas ini membawa nilai-nilai kerukunan dan migunani.

“Semua sudah fiks kita lakukan, itu untuk yang seminar. Sedangkan Munas, meskipun masih satu hari lagi, kita sudah siap untuk menyambut teman-teman kita dari seluruh penjuru Nusantara, ya kita reuni lah di sini,” jelas Dedi ketika ditemui di arena Munas XIII Kagama. 

Selain seminar Pra Munas dan rangkaian acara utama, pihaknya tahun ini menghadirkan pameran beberapa lukisan karya sepuluh seniman dari UGM, ISI Denpasar, dan ISI Jogja. Beberapa diantaranya lukisan wajah Presiden Joko Widodo dan Gubernur Jawa Tengah sekaligus Ketua PP Kagama, Ganjar Pranowo. 

"Hal ini merupakan bentuk kebanggaan kami terhadap para pemimpin bangsa, sekaligus nantinya bisa menjadi kenang-kenangan bagi Bapak Jokowi dan Bapak Ganjar Pranowo," ungkapnya. 

Dedi menceritakan, Kagama Denpasar memiliki Yayasan Pradnyagama untuk anak-anak berkebutuhan khusus, yang akan menampilkan aksi kesenian di acara Munas. Selain itu, akan hadir juga penampilan menarik dari Komunitas Kagama Beksan, Komunitas Kagama Karawitan, dan Kagama Adi Swara dari seluruh penjuru Indonesia.

“Kita garis bawahi, kalau Munas ini juga kita sebut sebagai acara reuni, supaya nggak tegang. Bisa dilihat dari suasananya ini, tempat duduk bukan pakai sofa. Ini reuni Gadjah Mada, yang datang ke sini semua sedulur (saudara),” beber Dedi.

Terkait jumlah peserta dan peninjau, ia menjabarkan sudah ada 621 orang, terdiri dari Kagama Pengcab, Kagama Pengda, dan Kagama Komunitas yang memastikan ambil bagian dalam Munas kali ini. Selain itu, akan ada beberapa menteri yang juga hadir.

“Nanti ada beberapa menteri yang akan main karawitan juga,” ujar alumnus Teknik Sipil UGM angkatan 1985 ini.

Sementara Sekretaris Jenderal PP Kagama, AAGN Ari Dwipayana menyampaikan, Munas Kagama tahun 2019 ini memiliki keunikan, yakni rentang waktunya yang lebih penjang. Karena sebelumnya sudah dilaksanakan seminar Pra Munas di empat kota tersebar di empat pulau. Setelah di empat kota tersebut, puncaknya akan digelar seminar di Bali, Kamis (14/11/2019).

“Ini bukan semata-mata sebagai ajang konsolidasi pemikiran organisasi, kita juga berupaya untuk membangun konsolidasi gagasan. Pemikiran itu untuk munasnya, gagasan itu lewat seminar,” jelas Ari.

Menurut Ari, seminar ini unik, sebab Kagama secara khusus mengangkat tema Roadmap Pembangunan Sumber Daya Manusia, yang diikuti konsolidasi organisasi.

“Konsolidasi organisasi biasa kita lakukan dan ini menjadi proses untuk melakukan evaluasi apa yang sudah dilakukan selama lima tahun. Kemudian melahirkan pemikiran baru. Tidak hanya bahas AD ART, tetapi juga membahas Garis-garis Besar Haluan Kagama (GBHK) dan ada juga rekomendasi eksternal,” paparnya. 

Ari mengemukakan, Munas XIII Kagama tidak sebatas evaluasi, tetapi juga ada proses membangun arah pengembangan visi ke depan. Setelah itu agenda dilanjutkan dengan proses pemilihan ketua umum dan pimpinan pusat Kagama. Munas XIII Kagama rencananya akan ditutup dengan acara pentas seni.

“Jadi intinya, unik karena prosesnya panjang, ada konsolidasi gagasan, konsolidasi organisasi, evaluasi organisasi. Namun, juga diisi kegembiraan selebrasi keberagaman melalui kesenian,” ucapnya.

Menyinggung pemilihan Bali sebagai lokasi Munas, Ari menjelaskan, Pulau Dewata yang berada di tengah, menjadi titik strategis bertemunya orang se-Indonesia. Keberagaman Bali juga bisa direpresentasikan seperti Kagama yang beragam.

"Karena Bali bisa dibilang sebagai tempat yang mempunyai centrum dan epicentrum, artinya menjadi pusat dari segala sesuatu yang memiliki dampak luas bagi Indonesia," tandasnya. 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
LIVE
Radio Picture RRI Denpasar
00:00:00 / 00:00:00