• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ekonomi & Pariwisata

Pegadaian Wadahi Potensi Startup Pulau Dewata

13 November
10:16 2019
1 Votes (5)

KBRN, Denpasar : PT. Pegadaian (Persero) Kantor Wilayah VII Denpasar memiliki konsern besar terhadap eksistensi wirausaha pemula di Pulau Dewata. Perhatian itu salah satunya diwujudkan melalui Pegadaian Startup Competition 2019.

 

Pemimpin Wilayah PT. Pegadaian (Persero) Kanwil VII Denpasar, Nuril Islamiah menjelaskan, pada event perdana ini, pihaknya menggandeng International Council for Small Business (ICSB), International Marketing Association (IMA) Bali, dan Inkubator Bisnis LPPM Universitas Udayana. Sinergitas itu diharapkan menjaga kebersinambungan pendampingan, utamanya bagi wirausaha pemula.

 

"Tujuan dari ini (Pegadaian Startup Competition 2019) adalah, kita ingin memberikan wadah bagi anak-anak muda, startup-startup baru dalam rangka mengembangkan ide-ide bisnisnya. Ide-ide tentu yang bisa dipertanggungjawabkan, cemerlang dan bisa diimplementasikan," ungkapnya kepada wartawan di Denpasar, Selasa (12/11/2019).

 

"Nah kita kompetisikan. Nanti hasil-hasilnya adalah, mereka yang menang kita akan beri penghargaan, hadiah dengan total hingga Rp600 juta, dan untuk 30 orang pemenang, kita akan mendampingi dalam bentuk pemberian program kemitraan dari PT. Pegadaian (Persero). Kita akan bina mereka, dan harapan akhir bahwa mereka mampu menjadi startup-startup yang luar biasa, memberi kemanfaatan buat masyarakat luas," lanjutnya.

 

Nuril berharap, Pegadaian Startup Competition 2019 menjadi embrio optimalisasi potensi wirausaha pemula Tanah Air. Ia tak memungkiri, event ini salah satu dukungan PT. Pegadaian (Persero) dalam mengatrol kuantitas startup di Indonesia.

 

"Ini salah satu bentuk keinginan kami untuk membantu mengangkat startup Indonesia. Dan mungkin ini nanti akan lahir startup yang baru, yang kita berharap mereka bisa mendunia. Sekali lagi saya katakan, kalau kita buat di Bali, pasti akan mendunia," ujarnya.

 

Ketua Inkubator Bisnis LPPM Universitas Udayana, Sayu Ketut Sutrisna Dewi pada kesempatan yang sama menjelaskan, Pegadaian Startup Competition 2019 terbagi dalam tiga kategori. Tiga kategori itu meliputi Socio Entrepreneur, Creativepreneurship, dan Agripreneurship.

 

"Sampai hari ini, peserta yang mendaftarkan diri sebagian besar itu dari creativepreneur. Mungkin hal ini disebabkan karena creativepreneur itu, cakupan dari bidangnya cukup luas. Dimana creativepreneur itu ada 16 subsektor. Jadi begitu creativepreneur itu sektornya ada banyak, sehingga wajar pesertanya lebih banyak dari sana," katanya.

 

Sutrisna Dewi menjabarkan, dalam proses penilaian pihaknya menggunakan beberapa persyaratan, seperti memiliki usaha sendiri yang telah berjalan minimal 1 tahun, memiliki bukti pembayaran PBB/perjanjian sewa/kuitansi sewa lokasi usaha, memiliki NPWP, dan diutamakan telah memiliki ijin dan legalitas usaha.

 

Seluruh syarat itu nantinya akan menjadi modal menuju grand final berupa final presentation bagi peserta terpilih. Grand final Pegadaian Startup Competition 2019 rencananya diadakan di Gedung Agrokomplek Universitas Udayana, Senin 25 November 2019.

 

"Jadi itu setelah itu baru mereka akan masuk ke grand final. Nanti di grand final mereka akan ada presentasi. Jadi tanya jawab dengan juri, dihadapan peserta yang terbuka," tandasnya.

 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
LIVE
Radio Picture RRI Denpasar
00:00:00 / 00:00:00