• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ekonomi & Pariwisata

Diterpa Isu Tak Sedap, Transaksi SGB Justru Tumbuh 2.000%

12 November
14:30 2019
2 Votes (5)

KBRN, Denpasar : Isu tak sedap sempat menerpa PT. Solid Gold Berjangka (SGB) pada pertengahan Oktober 2019. Sebanyak 41 nasabah yang mengaku tertipu mendatangi kantor DPRD Bali, Kamis (10/10/2019) untuk menyampaikan keluh kesah. Mereka mengadukan dugaan investasi bodong oleh PT. SGB yang berkedudukan di Jalan Merdeka nomor 6 Denpasar. 

Menyikapi kondisi tersebut, Pimpinan Cabang SGB Bali, Zaidan Farhan mengklaim telah menyelesaikan seluruh permasalahan tersebut. Bahkan pelaporan yang sempat dilayangkan terhadap PT. SGB oleh sejumlah nasabah ke Polda Bali dinyatakan tidak terbukti. Kepastian itu disampaikan kepolisian pasca proses penyidikan dan pemanggilan pihak terkait termasuk penyelidikan ke Bappebti (Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi). 

"Dijabarkan semua, terdaftar izinnya, uangnya itu tidak disalahgunakan, hanya digunakan untuk bertransaksi saja, dan uangnya itu tidak ditampung. Jadi seperti itu," ungkapnya di Denpasar, Selasa (12/11/2019). 

Terkait pengembalian uang seperti tuntutan 41 nasabah, Farhan menyampaikan, Solid Gold Berjangka bukan pihak yang menampung uang. Seluruh uang nasabah disebut telah masuk ke dalam bursa. 

"Jadi ketika nasabah untung itu, perusahaan Solid Gold cuma dapat fee transaksi saja. Ketika nasabah rugi, Solid Gold juga mendapatkan fee saja. Jadi yang kita bilang clear itu, yang pertama kita kembalikan ke point pertama itu, jadi tuduhannya apa dulu? Tuduhannya kan ada penipuan, pencucian uang, dan penggelapan. Itu dulu kita jabarin. Setelah poin pertama itu kita sudah clear semua, poin kedua hilang," kilahnya. 

"Karena tuduhannya tiga itu, pencucian, penipuan, penggelapan. Ternyata setelah dibuktikan sama kepolisian, tidak ada sama sekali unsur seperti itu. Berarti benar nasabah itu riil rugi, dan riil untung. Jadi untung bukan Solid Gold yang bayar, rugi pun bukan Solid Gold terima. Karena semua ditampung di bursa. Yang terima untung dan rugi siapa? Pelaku pasar. Pelaku pasar itu ya seperti kita investasi, ya kita pelaku pasarnya," lanjut Farhan didampingi Kepala Divisi Riset dan Pengembangan Produk PT. Bursa Berjangka Jakarta Lukas Lauw, Corporate Legal PT. Kliring Berjangka Indonesia (Persero) Bagus Triaji, dan Konsultan Humas PT. SGB Andri G. 

Farhan mengaku, kasus itu sama sekali tidak mempengaruhi minat masyarakat Bali untuk menjadi nasabah. Bahkan hingga kuartal II tahun 2019 terjadi pertumbuhan volume transaksi sebesar 2.166,60% atau 72.851 lot. Sedangkan pada periode yang sama tahun 2018, transaksi di SGB hanya 3.214 lot. 

Pencapain itu didorong pertumbuhan volume transaksi atau sistem perdagangan alternatif (SPA) sebesar 1.937,30% menjadi 64.175 lot. Sedangkan volume hasil transaksi multilateral (komoditi) melonjak 13.456,25% menjadi 8.676 lot. 

Dari sisi nasabah, tercatat sebanyak 298 orang bergabung dengan SGB hingga kuartal II tahun 2019. Angka itu mengalami pertumbuhan 577,27% dari kuartal III tahun 2018 yaitu hanya 44 nasabah baru. 

"Hasil perolehan ini terbilang cukup memuaskan mengingat SGB Bali baru berdiri setahun lalu. Selain itu reputasi PT Solid Gold Berjangka yang terpercaya dan dikenal lama berkiprah di industri perdagangan berjangka komoditi turut menguatkan kepercayaan nasabah untuk berinvestasi di SGB Bali," tandas Farhan. 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
LIVE
Radio Picture RRI Denpasar
00:00:00 / 00:00:00