• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ekonomi & Pariwisata

Explorer Dream Sandar di Pelabuhan Benoa

18 October
00:41 2019
1 Votes (5)

KBRN, Pelabuha Benoa : Pelabuhan Benoa kembali menerima kunjungan kapal pesiar. Kali ini giliran Explorer Dream singgah di pelabuhan pariwisata internasional tersebut. 

Cruise dengan panjang 268 meter, dan lebar 32 meter itu telah memulai perjalanan 6 Oktober 2019 dari Singapura. Setelah bertolak dari Singapura, Exploper Dream sempat singgah di Jakarta, lalu transit di Pelabuhan Benoa, dan kemudian melanjutkan perjalanan ke Darwin (Australia). 

CEO Pelindo III (Persero) Regional Banyuwangi, Bali, dan Nusa Tenggara (BBN), I Wayan Eka Saputra mengakui, kedatangan Explorer Dream merupakan yang pertama kali di Pelabuhan Benoa. Kapal pesiar yang mengangkut 2.500 penumpang dan crew itu dikatakan sandar tak lebih dari 24 jam di Pelabuhan Benoa. 

Kedatangan kapal pesiar berukuran besar itu tidak lepas dari revitalisasi Pelabuhan Benoa. Wayan menjelaskan, PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) / Pelindo III  telah merampungkan pengerukan dan pendalaman alur dari minus 9 Meter LWS (low water spring/rata-rata muka air laut) menjadi minus 12 Meter LWS. Sebelum dilakukan pengerukan, dermaga Pelabuhan Benoa hanya bisa disandari oleh kapal dengan panjang dibawah 240 meter.  

Selain itu turning basin atau area untuk berputar kapal juga dilebarkan sehingga kapal yang memiliki radius putar lebih panjang dapat melakukan manuver dengan aman dari 300 meter sekarang menjadi 420 meter. Serta lebar di kolam timur dari awal 150 meter sekarang telah menjadi 200 meter, dan untuk kolam barat dari 150 meter menjadi 330 meter.

"Jadi sepanjang sejarah Pelabuhan Benoa, ini kapal pesiar pertama yang paling panjang dan besar bisa sandar di Pelabuhan Benoa, khususnya pasca pengerukan alur dan kolam kita yang dulu sebelumnya mereka ke benoa itu lego jangkar atau labuh diluar, mereka sekarang dengan selesainya pengerukan alur dan kolam, mereka bisa sandar langsung di demaga kita di Pelabuhan Benoa," ungkapnya disela-sela penyambutan penumpang Cruises Explorer Dream di dermaga timur Pelabuhan Benoa, Kamis (17/10/2019). 

"Sehingga membuat mereka semakin nyaman untuk berkunjung ke Bali khususnya melalui Pelabuhan Benoa. Karena mereka langsung bisa sandar di dermaga kita, dan langsung melalui terminal internasional kita, untuk selanjutnya mereka melakukan tur di destinasi wisata yang ada di Bali," sambungnya. 

Wayan Eka berharap, kedatangan Explorer Dream mampu menarik banyak agen cruise untuk mendatangkan kapal pesiar dengan dimensi lebih besar. Kedatangan wisatawan kapal pesiar tak dipungkiri berimplikasi terhadap tingkat kunjungan pelancong asing, termasuk mengatrol geliat ekonomi makro, dan mikro Pulau Dewata. 

"Tentunya kita bisa harapkan bisa meningkatkan tingkat kunjungan wisatawan ke Bali, khususnya melalui pelabuhan. Yang selama ini memang di Indonesia, Pelabuhan Benoa tingkat kunjungan kapal pesiar yang paling banyak di Indonesia. Sehingga kita harapkan ini benar-benar bisa menjadi barometer untuk kunjungan kapal cruise di Indonesia," ujar mantan GM Pelindo III (Persero) cabang Pelabuhan Benoa tersebut. 

Mantan GM Pelindo III (Persero) cabang Pelabuhan Celukan Bawang itu lebih lanjut mengatakan, Explorer Dream adalah cruise ke-55 yang sudah singgah di Pelabuhan Benoa. Sedangkan untuk target, pihaknya disebut mematok angka 75 kapal pesiar sepanjang tahun 2019. 

"Realisasi hingga Awal Oktober ini sudah 55 unit kapal dengan total 1,4 juta Gross Tonage (GT), dan total jumlah wisatawan 29.755 orang. Kami optimis dapat melampaui target kunjungan tersebut minimal naik dari tahun 2018 dimana total kunjungan kapal pesiar di Benoa sebanyak 67 unit," papar Eka.
 
"Adapun jumlah kunjungan penumpang kapal pesiar sampai dengan triwulan III tahun 2019 di sejumlah pelabuhan yang dikelola Pelindo III mencapai 118 unit kapal atau 4,4 juta GT, tercapai 76% dari target sebanyak 155 unit, dan untuk total jumlah penumpang kapal pesiar di periode yang sama tercatat sebesar 80,586 penumpang," tambahnya. 

Selain Explorer Dream, Wayan Eka Saputra menjabarkan, tahun 2020 sudah ada beberapa kapal berdimensi besar yang menyampaikan konfirmasi untuk singgah di Pelabuhan Benoa. 

"Nanti rencana bulan Februari ada kapal dengan panjang 294 meter akan sandar di Pelabuhan Benoa, dan kita sedang persiapan untuk itu. Jadi penumpangnya kurang lebih sekitar 3.500an nanti. Disamping nanti dibulan Desember rencana juga diatas 268 meter ini juga akan beberapa yang berkunjung ke Pelabuhan Benoa," pungkasnya. 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
LIVE
Radio Picture RRI Denpasar
00:00:00 / 00:00:00