• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

ICA Bahas Dampak Masyarakat 5.0

16 October
16:11 2019
0 Votes (0)

KBRN, Nusa Dua : Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komunikasi (ASPIKOM) dipercaya menjadi tuan rumah International Communication Association (ICA) Regional Conference 2019. Event 3 hari (16 - 18 Oktober 2019) tersebut dihadiri para akademisi, dan peneliti dari seluruh dunia.

 

Ketua Steering Committee ICA Regional Conference 2019, Dorien Kartikawangi menyampaikan, kegiatan kali ini untuk membahas perkembangan pesat teknologi digital. Perkembangan itu lebih spesifik soal kemajuan teknologi artificial intelligence, big data, dan internet of things yang memunculkan masyarakat 5.0 (society 5.0).

 

"Karena perkembangan teknologi komunikasi dan informasi itu tidak bisa diingkari, kita harus menghadapi. Dan justru bagaimana kita memanfaatkan teknologi ini untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, mempermudah hidup masyarakat," ungkapnya kepada wartawan usai pembukaan ICA Regional Conference 2019 di Bali Nusa Dua Convention Centre (BNDCC), Rabu (16/10/2019).

 

Sebelum berbicara lebih dalam soal kemajuan tersebut, Dorien berpendapat perlunya pemisahan antara masyarakat dan teknologi. Tujuannya agar pengelolaan teknologi yang baik, berjalan seirama dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).

 

"Hal lain lagi, masyarakat, ini juga harus lebih disiapkan. Karena masyarakat ini nanti dia menggunakan teknologi, dan selain menggunakan sebagai konsumsi, juga memanfaatkan teknologi untuk hal lainnya. Jadi bagaimana ini menjadi sebuah kolaborasi dan sinergi yang baik, teknologi berperan untuk kemaslahatan masyarakat banyak," paparnya didampingi President ICA, Terry Flow, dan Head of Corporate Communication PT. Astra International tbk, Boy Kelana Soebroto.

 

Menyinggung kemunculan society 5.0, Dorien mengatakan, hal itu salah satu implikasi dari perkembangan di era revolusi industri 4.0. Transisi tersebut berhasil mengubah tatanan industri konvensional ke digital secara eksponensial. Kondisi ini pun memunculkan kegagapan pada masyarakat dunia, khususnya terkait arah di masa depan.

 

Ia mengatakan, pengaruh luar biasa sudah terlihat dan terasa ditengah kehidupan masyarakat baik positif maupun negatif. Perubahan fundamental terjadi disejumlah sektor, mulai dari pendidikan, ekonomi, komunikasi, bisnis, dan dunia medis hingga sektor transportasi.

 

“Namun pada saat yang sama sisi negaif juga membayangi dengan amat kuat. Contohnya keberadaan Bioteknologi yang melanggar etika, Artificial Intelligence (AI) menyebabkan kehilangan pekerjaan, Sosmed yang menyebabkan Cyber Bullying dan berita-berita menghasut, bahkan  Organisasi bisa mati karena gagal beradaptasi, dan meluasnya Cybercrime di dunia,” pungkasnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
LIVE
Radio Picture RRI Denpasar
00:00:00 / 00:00:00