• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Walikota Denpasar: Bunuh Diri Tak Kenal Latar Belakang

14 October
12:25 2019
1 Votes (5)

KBRN, Denpasar : Dinas Kesehatan Kota Denpasar bersama LPP RRI Stasiun Denpasar, Komunitas Peduli Skizofrenia Indonesia (KPSI), dan Ruang Singgah menggelar Talkshow bertajuk Joyful Denpasar : Together Prevent Suicide. Talkshow yang diikuti puluhan peserta dari guru, pelajar, dan tenaga medis itu serangkaian peringatan Hari Kesehatan Mental se-Dunia.

 

Tampil sebagai narasumber dalam talkshow tersebut, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Denpasar Ida Ayu Selly Mantra, Ketua KPSI simpul Bali Yohanes K. Herdiyanto, dan Psikiater I Gusti Rai Putra Wiguna.

 

Walikota Denpasar, Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra dalam sambutan yang dibacakan Sekretaris Kota Denpasar, Anak Agung Ngurah Rai Iswara mengatakan, talkshow tersebut memiliki peranan penting. Alasannya, dengan kegiatan itu, semua pihak dapat saling berbagi tentang metode pencegahan upaya bunuh diri oleh seseorang.

 

"Bahwa pertumbuhan dari usia dini, juga akan membawa akibat daripada usia mendatang. Dewasa ini bunuh diri bukan lagi sesuatu yang asing ditelinga kita," ungkap Walikota di Aula Sewaka Dharma, Denpasar, Senin (14/10/2019).

 

Merujuk data World Health Organization (WHO), Walikota menyampaikan, bunuh diri menyumbang 1,4% dari angka kematian di dunia. Bahkan bunuh diri menempati urutan ke-17 sebagai penyebab kematian.

 

"Pada tahun 2015 di Indonesia sendiri, sekitar empat sampai lima kematian dari 100 ribu populasi disebabkan oleh bunuh diri. Kematian tertinggi akibat bunuh diri adalah pada kelompok umur 15 sampai 29 tahun," ujarnya.

 

Rai Dharmawijaya Mantra lebih lanjut mengatakan, gangguan jiwa menjadi prilaku yang lazim ditemukan pada remaja yang melakukan bunuh diri. Ia menyebut, 80 - 90% aksi bunuh diri dilakukan remaja yang mengalami psikopatologi signifikan. Psikopatologi signifikan itu disebabkan beberapa faktor, diantaranya gangguan mood, kecemasan serta penyalahgunaan narkoba, psikotropika, dan zat adiktif lainnya (napza).

 

Oleh karena itu, Walikota Denpasar mengharapkan sinergitas pemerintah, dan masyarakat dalam upaya mengurangi angka gangguan mental. Karena jika tidak tertangani, ia khawatir akan menambah daftar kasus bunuh diri di Kota Denpasar.

 

"Melalui talkshow ini perlu selalu kita tekankan, bahwa tubuh, dan jiwa kita merupakan satu kesatuan yang utuh, dan kesehatan keduanya sama-sama pentingnya," katanya.

 

"Mengakhiri hidup dengan cara pintas, bisa terjadi pada siapapun, tanpa mengenal latar belakang sosial, maupun kelompok usia. Mari kita cegah bersama, untuk masyarakat Kota Denpasar dengan cara memantapkan jiwanya," pungkas Walikota Denpasar.

 

 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
LIVE
Radio Picture RRI Denpasar
00:00:00 / 00:00:00