• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ekonomi & Pariwisata

Ekspor Pertanian Bali Tumbuh 180 Persen

12 October
15:37 2019
1 Votes (5)

KBRN, Denpasar Barat : Nilai ekspor komoditas pertanian Pulau Dewata menunjukkan tren positif dari tahun ke tahun. Data Balai Karantina Pertanian Kelas I Denpasar menunjukkan, kuantitas ekspor Bali naik 180%.

 

Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I Denpasar, I Putu Terunanegara mengungkapkan, angka itu merupakan komparasi dengan periode yang sama tahun 2018. Secara nominal, ekspor komoditas pertanian Bali pada Oktober 2018 hanya Rp148 miliar, menjadi Rp265 miliar dibulan Oktober 2019.

 

"Kemungkinan saya target akan 200 persen lebih. Karena menunggu musim manggis ini kita ekspor," ungkapnya kepada RRI disela-sela pelepasan ekspor komoditas pertanian di Kantor Balai Karantina Pertanian Kelas I Denpasar, Sabtu (12/10/2019).

 

Melihat capaian tersebut, Badan Karantina Pertanian berencana menjadikan Bali sebagai pulau percontohan dalam diversifikasi produk pertanian. Kepala Badan Karantina Pertanian, Ali Jamil mengakui, banyak ekportir Bali yang berhasil menembus sejumlah negara dengan komoditas pertanian kreasi baru.

 

"Sekarang Denpasar atau Bali, itu menjadi contoh di nasional, bahwa kreasi-kreasi atau kreatifitas dari masyarakat Bali itu cukup besar, cukup signifikan dibanding provinsi lain," ujarnya.

 

"Contoh saya bilang tadi, kelapa yang kosong, daging buah sudah habis, airnya tidak ada lagi, yang dibolongi atau dirusak tupai, kira-kira begitu, itu kan kita anggap selama ini mungkin sudahlah jadi sampah saja, dibuang saja. Tapi ternyata masyarakat Bali, dengan teknik atau kreatifitas sebagai pengrajin, itu ternyata menjadi barang yang bisa kita ekspor, yang nilainya cukup signifikan," lanjutnya.

 

Berbicara ekspor, Balai Karantina Pertanian Kelas I Denpasar kembali melepas komoditas kebeberapa negara. Pelepasan dilakukan oleh Kepala Badan Karantina Pertanian, Ali Jamil.

 

Ali Jamil menjelaskan, komoditas yang dilepas meliputi bawang merah seberat 1 ton ke Jepang, biji kopi sebanyak 25 ton ke Amerika Serikat dan Korea Selatan, kacang mete sejumlah 19 ton ke Austria serta 200 kg premium cricket powder atau tepung jangkrik ke Korea Selatan dan Inggris. Total ekspor yang dilepas itu mencapai 46,2 ton atau setara dengan Rp5,7 miliar.

 

"Ini sebenarnya untuk menjawab, mewujudkan cita-cita mulia kita, mewujudkan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia tahun 2045. Itu sudah menjadi visinya Kementerian Pertanian," tegasnya.

 

Ali Jamil menjabarkan, kinerja ekspor Indonesia selama lima tahun terakhir mengalami peningkatan. Kenaikan volume ekspor dalam negeri mencapai 9 juta ton lebih, dengan nilai Rp400 triliun lebih.

 

"Jadi itu sangat signifikan. Itu nilai ekspor kita dari pertanian," pungkasnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
LIVE
Radio Picture RRI Denpasar
00:00:00 / 00:00:00