• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Berubah 180 Derajat, Gubernur Bali Tak Lagi Garang Sikapi Reklamasi Pelabuhan Benoa

8 October
09:43 2019
0 Votes (0)

KBRN, Denpasar : Sikap Gubernur Bali, Wayan Koster berubah 180 derajat dalam menanggapi perluasan di Pelabuhan Benoa. Padahal sebelumnya, orang nomor satu di Pemerintah Provinsi Bali itu tergolong garang meminta PT. Pelindo III (Persero) menghentikan proses reklamasi di Pelabuhan Benoa.

 

Namun sikap mantan Anggota Komisi X DPR RI itu berbalik, pasca bertemu Deputi Infrastruktur Kemenko Kemaritiman Ridwan Djamaluddin, dan Direktur Utama PT. Pelindo III (Persero) Doso Agung. Seusai pertemuan di rumah dinas Gubernur Bali, Jaya Sabha, Sabtu (7/9/2019), Koster menyampaikan pengembangan di Pelabuhan Benoa jalan terus.

 

Sikap lunak Koster terhadap perluasan Pelabuhan Benoa itu bisa disebut lebih konsisten ketimbang saat dirinya menyampaikan penolakan. Bahkan Gubernur Bali itu kepada wartawan menyampaikan, bahwa PT. Pelindo III (Persero) komit pada kesepakatan yang dibuat. Diantaranya membagi zona pengelolaan, yaitu 23 hektare untuk aktivitas kepelabuhan, dan sisanya dimanfaatkan sebagai hutan kota.

 

"Di areal dumping dua ini, kami sudah memiliki keputusan, ditandatangani antara gubernur dengan pihak Pelindo III, bahwa di areal dumping dua ini, yang direklamasi ini, luasnya itu 45 hektare, 23 hektare itu akan dimanfaatkan untuk fasilitas pendukung utama Pelabuhan Benoa, yaitu curah cair berupa terminal BBM, kemudian gas, dan untuk avtur dalam kaitan dengan kebutuhan beroperasinya Angkasa Pura Ngurah Rai," jelasnya di Denpasar, Selasa (8/10/2019).

 

Realisasi hutan kota seluas 22 hektare dijelaskan Koster akan didukung dengan revitalisasi lingkungan. Pemerintah disebut akan terus memantau proses penghijauan dilokasi tersebut agar terlaksana secara komprehensif.

 

"Jadi sudah ada keputusan, dan saya kira sudah sangat baik. Jadi cukup berimbang. Jadi saya kira Pelindo sudah melakukan apa yang diarahkan oleh Gubernur Bali," ujarnya.

 

Koster lebih lanjut mengatakan, kerjasama antara PT. Pelindo III (Persero) dan Tahura bersama pihak ketiga juga disepakati untuk berakhir lebih cepat. Sebelumnya kerjasama berakhir tahun 2023, akan tetapi dipercepat menjadi akhir 2020.

 

"Bahkan juga perlu saya sampaikan, keputusan yang sudah dilakukan bersama dengan Pelindo III. Kerjasama antara Pelindo III dengan Tahura kepada PT yang punya akame, kemudian water sport, warung made, dan helipad, itu satu perusahaan, ada pihak ketiga yang kerjasama dengan Pelindo, dan Tahura, itu sebenarnya berakhir tahun 2023, tapi kita percepat, akan berakhir pada bulan Desember 2020," tegasnya.

 

Koster mengemukakan,  pihak ketiga yang mengelola restoran akame, water sport, warung made, dan helipad sudah memahami serta siap mengindahkan keputusan tersebut. Setelah seluruh usaha itu tidak beroperasi, Gubernur Bali memastikan lokasi tersebut akan dialihfungsi menjadi hutan kota.

 

"45 hektare disini itu 49 persen akan menjadi hutan kota. Yang lain adalah untuk mendukung fungsi Pelabuhan Benoa. Saya kira itu kita dukung, tidak ada masalah," pungkasnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
LIVE
Radio Picture RRI Denpasar
00:00:00 / 00:00:00