• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Pendidikan

STIMI Handayani Memiliki Guru Besar, LLDIKTI: PTS Lain Harus Mengikuti

20 September
16:17 2019
2 Votes (5)

KBRN, Denpasar : Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Indonesia (STIMI) Handayani Denpasar kini memiliki dosen berpredikat Guru Besar (Profesor). Kepastian itu secara resmi ditandai dengan penyerahan surat keputusan (SK) dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia, di Kantor LLDIKTI Wilayah VIII, Jumat (20/9/2019).

 

Penyerahan dilakukan Kepala LLDIKTI Wilayah VIII, Prof. Dr. I Nengah Dasi Astawa kepada dosen sekaligus Ketua STIMI Handayani Denpasar, Prof. Dr. Ida Bagus Gede Udiyana, yang didampingi Ketua Yayasan Handayani Denpasar, Dr. Ida Bagus Radendra Suastama.

 

I Nengah Dasi Astawa mengapresiasi jabatan akademik tertinggi yang dicapai Ketua STIMI Handayani Denpasar. Diharapkan prestasi ini diikuti perguruan tinggi swasta (PTS) lain di Pulau Dewata.

 

Ia menyebut, dari 60 PTS di Bali, baru tiga perguruan tinggi swasta yang dipimpin Guru Besar. Ketiga PTS itu meliputi STIMI Handayani Denpasar, Universitas Warmadewa, dan Universitas Hindu Indonesia.

 

"Mudah-mudahan yang lainnya segera untuk mengikuti tiga perguruan tinggi itu. Karena bagaimana pun juga Guru Besar adalah bagian daripada raihan tertinggi bagi seorang dosen," katanya ketika ditemui wartawan disela-sela penyerahan SK Guru Besar Ketua STIMI Handayani Denpasar.

 

Dasi Astawa mengemukakan, LLDIKTI Wilayah VIII memiliki setidaknya 360 dosen di Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur yang menyandang gelar Doktor. Dari jumlah itu, 10 hingga 15 dosen masuk dalam proses menuju Guru Besar. Kepala LLDIKTI Wilayah VIII memastikan, keberadaan Profesor disebuah PTS akan memberikan value, dan benefit positif.

 

"Kehadiran Guru Besar bagi STIMI memiliki makna yang luar biasa. Karena langsung bisa mengangkat posisi kampusnya baik ditingkat rangking, maupun barangkali akreditasi," ujarnya.

 

Ketua Yayasan Handayani Denpasar, Dr. Ida Bagus Radendra Suastama pada kesempatan yang sama menyampaikan, komitmen pihaknya dalam meningkatkan kualifikasi, dan kompetensi dosen. Peningkatan tersebut diakui memberikan nilai serta manfaat bagi lembaga. Ia memproyeksikan, dalam waktu STIMI Handayani Denpasar akan kembali melahirkan dosen berpredikat Guru Besar.

 

"Dengan adanya Guru Besar di STIMI, paling tidak kita bisa bilang sekolah tinggi itu tidak semuanya memiliki Guru Besar, tidak semua memiliki Profesor. Kita sebagai sekolah tinggi, walaupun sedang didorong oleh Profesor Dasi Astawa sebagai Kepala LLDIKTI Wilayah VIII untuk menjadi institut, untuk meningkat, tetapi setidaknya kita ini menjadi kebanggaan. Untuk sekolah tinggi itu termasuk hal yang jarang, dan mungkin sekarang satu-satunya kita, Profesor yang ada di sekolah tinggi di Bali," bebernya.

 

Sementara Ketua STIMI Handayani Denpasar, Prof. Dr. Ida Bagus Gede Udiyana berkomitmen mendedikasikan hasil penelitiannya bagi lembaga, dan masyarakat. Melalui penelitian berbasis manajemen pariwisata yang secara spesifik membahas strategi, dan inovasi pengembangan usaha-usaha di sektor pariwisata alam atau pantai, ia ingin geliat usaha bidang kepariwisataan di Bali semakin meningkat. Hal itu disebut berbanding lurus terhadap upaya meminimalisasi ketimpangan ekonomi masyarakat.

 

"Mengapa demikian? Karena masyarakat sekarang itu pendapatan yang terendah kan dari sektor nelayan, dan pertanian. Oleh karena itulah bagaimana strategi, dan inovasi untuk pengembangan destinasi wisata, khususnya di alam, pantai, dan usaha kuliner," paparnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
LIVE
Radio Picture RRI Denpasar
00:00:00 / 00:00:00