• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Menjaga Kesucian Sang Giri Tohlangkir, Desa Adat Pucang Larang Pendakian Gunung Agung

20 September
15:50 2019
0 Votes (0)

KBRN, Denpasar: Aktivitas Gunung Agung di Kabupaten Karangasem masih berada dalam level tiga atau siaga. Meskipun berada dalam level siaga masyarakat tetap beraktivitas seperti biasa dan tetap waspada.

Ketua Pasebaya Agung, Gede Pawana kepada RRI di Denpasar , Jumat (20/9/2019) mengatakan, sesuai rekomendasi dari Pusat Vulkanologi Mitigasi dan Bencana – PVMBG  masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius bahaya yang ditetapkan 4 kilometer.

Meski demikian menurut Gede Pawana, pihaknya masih memberikan rekomendasi kepada masyarakat yang ingin bersembahyang ke pura pasar agung dengan catatan tetap memperhatikan kondisi terkini dari Gunung Agung.

Gede Pawana mengatakan, gunung agung saat ini dalam fase beristirahat . Ia berharap aktivitas gunung agung terus mengalami penurunan hingga akhirnya nanti dalam fase normal.

 " Pengalaman gunung agung sebelumnya, fase diam gunung agung ini bisa berlangsung lama bahkan hingga 4 tahunan. Meskipun dalam fase istirahat /diam jangan menganggap gunung agung sudah tenang tidak ada pergerakan. Seperti yang terjadi pada tahun 2018 lalu setelah beristirahat selama 5 bulan, gunung agung kembali mengalami erupsi," ucapnya.

Dikatakan, pihaknya terus memberikan informasi terkini tentang kondisi gunung agung yang berasal dari sumber-sumber resmi kepada masyarakat . Terkait masih adanya wisatawan yang masih nekat naik ke gunung agung, Ia mengatakan sudah mengeluarkan himbauan agar  para guide tidak mengajak wisatawan naik ke gunung agung. Bahkan Desa adat Pucang sudah mengeluarkan larangan pendakian Gunung Agung karena Gunung tertinggi di Bali ini merupakan gunung yang disakralkan atau disucikan.

" Dalam situasi seperti ini mari kita jaga, menjaga kesucian beliau dan lain sebagainya. Harapan besar tidak hanya sekedar untuk kepentingan pariwisata saja tetapi bagaimana kita menjaga sakralitas Sang Giri Tohlangkir itu, kalau tidak kita yang mensucikan , tidak kita yang menjaga lalu siapa lagi," tegasnya.

  • Tentang Penulis

    Ni Nyoman Kasih

    Isi Kontak Person Anda disini <strong>email, FB, Twitter</strong>, dll<br /><br />

  • Tentang Editor

    Ni Nyoman Kasih

    Isi Kontak Person Anda disini <strong>email, FB, Twitter</strong>, dll<br /><br />

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
LIVE
Radio Picture RRI Denpasar
00:00:00 / 00:00:00